home masjid

Korelasi Tekstual Ayat Zakat dan Salat dalam Al-Quran Menjadi Basis Penguatan Sistem Jaminan Sosial Islam

Jum'at, 12 Juni 2026 - 04:00 WIB
Hubungan vertikal dan horizontal telah bertemu pada satu titik esensial: kepatuhan total kepada Pencipta dan pelayanan tulus kepada sesama manusia. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Suara rintik hujan yang membasahi atap seng sebuah gubuk di pinggiran ibu kota belum mereda ketika jarum jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Di dalam gubuk itu, seorang janda tua duduk termangu di atas dipan kayu yang mulai lapuk.

Di sudut ruangan, anak bungsunya yang berusia tujuh tahun tidur mendengkur halus dengan perut diganjal bantal untuk menahan lapar. Berjarak lima kilometer dari gubuk tersebut, di sebuah perumahan elite, seorang pengusaha muda baru saja menyelesaikan rakaat terakhir salat tahajudnya.

Pengusaha itu tidak berhenti pada salam. Ia segera membuka gawai, mengakses aplikasi perbankan digital, lalu mentransfer sejumlah dana ke rekening lembaga amil zakat resmi.

Langkah pria tersebut bukan sekadar aksi spontan, melainkan kesadaran yang lahir dari doktrin kembar yang ia baca berkali-kali dalam kitab suci. Ia sadar, kesalehan ritualnya di atas sajadah tidak akan bernilai utuh jika ia mengabaikan timbangan keadilan sosial di luar rumahnya.

Struktur ajaran Islam menempatkan dimensi vertikal kepada Tuhan dan dimensi horizontal kepada sesama manusia dalam posisi yang sangat integral.

Muhammad Husain Haekal, mengulas secara tajam fenomena ini dalam magnum opusnya, Sejarah Hidup Muhammad. Dalam buku cetakan kelima tahun 1980 yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya dan diterjemahkan oleh Ali Audah tersebut, Haekal memberikan catatan khusus mengenai relasi ini.

Haekal menulis bahwa ayat-ayat yang mengaitkan zakat dengan salat itu banyak sekali. Pengaitan yang berulang-ulang ini menujukkan bahwa Islam tidak mengenal pemisahan antara kesalehan spiritual dan tanggung jawab ekonomi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya