home edukasi & pesantren

Himasal Dorong Santri Garap Konten Dakwah Digital

Selasa, 19 Oktober 2021 - 21:53 WIB
Ketua Himasal Jateng KH Machin Chudlori saat membuka Workshop Konten Kreator Dakwah Digital Ruang Gembira. (foto: istimewa)
Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jawa Tengah mendorong agar santri tidak terfokus secara murni belajar ilmu agama saja. Santri diharapkan bisa mengikuti perkembangam teknologi dengan belajar membuat konten di media sosial.

Sebenarnya santri lulusan pesantren salaf pada umumnya memiliki ilmu agama mumpuni. Namun, dalam kegiatan berdakwah di era milenial yang mengandalkan media digital kian berkurang. Peran ini harus diambil jika tidak ingin konten-konten media digital diisi oleh orang yang tidak memiliki kapabilitas.

“Masyarakat semestinya belajar pada santri yang jelas ilmu agama dan berhaluan Ahlussunah Waljamaah. Tanpa ketrampilan media digital, masyarakat akan belajar dengan yang lain,” kata Ketua Himasal Jateng KH Machin Chudlori, dalam “Workshop Konten Kreator Dakwah Digital Ruang Gembira” gelombang ke-4 di Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Entrepreneur, Tempuran Magaleng, pekan lalu.

Baca juga:Doa saat Berlibur sesuai Tuntunan Nabi agar Rekreasi Berkah

Gus Machin juga menyoroti tampilnya orang di internet dengan ilmu agama yang minim. Bahkan, ada ustadz internet yang membolehkan tidak puasa dan mengganti dengan fidyah tanpa disertai adanya alasan yang syar’i.

“Saatnya kita untuk bergerak, bikinlah konten-konten yang berkaitan dengan pesantren,” pesannya saat memberi sambutan.

Selain itu, Gus Machin juga menyoroti minimnya pendidikan akhlaq di sekolah umum. Berbeda dengan pesantren yang menekankan karakter pendidikan pada akhlaq terpuji dan menyukai ilmu agama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pesantren ponpes lirboyo
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya