Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR dan Tingkatkan Literasi Finansial Gen Z
Tim langit 7
Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:22 WIB
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR dan Tingkatkan Literasi Finansial Gen Z
LANGIT7.ID-Surabaya; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertegas komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (12/6). Kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi BTN “Beyond Mortgage”, yaitu memperluas peran bank sebagai mitra strategis yang hadir dalam ekosistem kehidupan masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa kolaborasi dengan UNAIR bukan sekadar hubungan perbankan konvensional, melainkan kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada nilai tambah bagi seluruh civitas akademika.
“Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi nasional. Dengan lebih dari 44.000 mahasiswa serta lebih dari 2.100 dosen dan tenaga pendidik, UNAIR adalah ekosistem besar yang memiliki multiplier effect signifikan bagi perekonomian dan pengembangan SDM nasional,” ujar Nixon dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Dalam kerangka kerja sama ini, BTN akan menghadirkan dukungan layanan perbankan yang menyeluruh bagi institusi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Sebagai langkah nyata, BTN berencana membuka outlet di kawasan kampus UNAIR untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan, mulai dari transaksi, pendanaan, hingga solusi digital banking yang terintegrasi.
Lebih jauh lagi, kemitraan ini mencakup pengembangan ekosistem kampus yang modern dan inklusif. BTN dan UNAIR sepakat untuk memperluas kolaborasi ke berbagai lini strategis, meliputi pengembangan SDM, riset bersama, dukungan sarana pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas. Kehadiran BTN diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan dan penelitian di UNAIR agar lebih efisien dan terdigitalisasi.
Melengkapi agenda tersebut, Nixon LP Napitupulu memberikan kuliah umum bertema “Financial Glow Up for Gen Z”kepada para mahasiswa UNAIR. Ia menyoroti tantangan besar bagi Gen Z, kelompok demografi terbesar di Indonesia (24,93% populasi), di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Nixon memaparkan bahwa 64% Gen Z Indonesia saat ini mengalami stres finansial. Kondisi ini memicu fenomena doom spending—belanja impulsif karena pesimisme terhadap masa depan—yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup (53%), keinginan merasa lebih baik (35%), dan utang impulsif (32%).
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa kolaborasi dengan UNAIR bukan sekadar hubungan perbankan konvensional, melainkan kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada nilai tambah bagi seluruh civitas akademika.
“Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi nasional. Dengan lebih dari 44.000 mahasiswa serta lebih dari 2.100 dosen dan tenaga pendidik, UNAIR adalah ekosistem besar yang memiliki multiplier effect signifikan bagi perekonomian dan pengembangan SDM nasional,” ujar Nixon dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Dalam kerangka kerja sama ini, BTN akan menghadirkan dukungan layanan perbankan yang menyeluruh bagi institusi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Sebagai langkah nyata, BTN berencana membuka outlet di kawasan kampus UNAIR untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan, mulai dari transaksi, pendanaan, hingga solusi digital banking yang terintegrasi.
Lebih jauh lagi, kemitraan ini mencakup pengembangan ekosistem kampus yang modern dan inklusif. BTN dan UNAIR sepakat untuk memperluas kolaborasi ke berbagai lini strategis, meliputi pengembangan SDM, riset bersama, dukungan sarana pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas. Kehadiran BTN diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan dan penelitian di UNAIR agar lebih efisien dan terdigitalisasi.
Melengkapi agenda tersebut, Nixon LP Napitupulu memberikan kuliah umum bertema “Financial Glow Up for Gen Z”kepada para mahasiswa UNAIR. Ia menyoroti tantangan besar bagi Gen Z, kelompok demografi terbesar di Indonesia (24,93% populasi), di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Nixon memaparkan bahwa 64% Gen Z Indonesia saat ini mengalami stres finansial. Kondisi ini memicu fenomena doom spending—belanja impulsif karena pesimisme terhadap masa depan—yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup (53%), keinginan merasa lebih baik (35%), dan utang impulsif (32%).