home global news

Rupiah Menguat 128 Poin ke Rp17.860 per Dolar AS, Optimisme Ekonomi Indonesia Redam Tekanan Global

Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:39 WIB
Rupiah Menguat 128 Poin ke Rp17.860 per Dolar AS, Optimisme Ekonomi Indonesia Redam Tekanan Global
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.860 per dolar AS, menguat 128 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.988 per dolar AS.

Sepanjang sesi perdagangan, rupiah bahkan sempat mencatat penguatan lebih besar hingga 135 poin sebelum akhirnya ditutup di level tersebut. Pergerakan ini menunjukkan peningkatan minat pelaku pasar terhadap aset domestik di tengah kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan perkembangan terbaru di pasar global.

Dalam sepekan terakhir, rupiah bergerak pada rentang Rp17.780 hingga Rp18.040 per dolar AS. Untuk perdagangan Senin mendatang, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.860 hingga Rp17.910 per dolar AS.

Dari sisi domestik, sentimen positif datang setelah Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,0 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,7 persen yang dirilis pada April lalu.

Revisi tersebut mencerminkan kinerja ekonomi nasional yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama 2026. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat tumbuh 5,6 persen secara tahunan, sekaligus menjadi pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak kuartal II tahun 2021.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Aktivitas belanja masyarakat terdorong oleh momentum Ramadan dan Idul Fitri, percepatan pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara, serta akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sepanjang tahun ini, konsumsi swasta diperkirakan tetap tumbuh di kisaran 5,0 persen dengan dukungan stimulus fiskal pemerintah. Sementara konsumsi pemerintah diproyeksikan meningkat lebih tinggi hingga 8,7 persen. Dari sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto pada kuartal I/2026 juga menunjukkan pertumbuhan solid sebesar 6,0 persen.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya