Piala Dunia 2026
Maroko Kirim Peringatan ke Dunia, Brasil Nyaris Jadi Korban Pertama di Piala Dunia 2026
Nabil
Ahad, 14 Juni 2026 - 07:10 WIB
Timnas Maroko berhasil menahan imbang Timnas Brasil dengan skor 1-1. (Dok: Instagram Equipedumaroc)
LANGIT7.ID-New Jersey; Timnas Maroko menunjukkan bahwa kiprah mereka sebagai semifinalis Piala Dunia bukanlah kebetulan. Menghadapi salah satu favorit juara, Brasil, wakil Afrika itu sukses mencuri perhatian dunia setelah memaksa Selecao bermain imbang 1-1 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium, Minggu (14/6/2026).
Bahkan, hasil pertandingan bisa saja berakhir lebih manis bagi Maroko andai sedikit lebih beruntung pada menit-menit terakhir laga.
Sejak awal pertandingan, Maroko tampil tanpa rasa takut menghadapi tim yang dipenuhi pemain-pemain top Eropa. Mereka memilih bermain disiplin, menjaga organisasi pertahanan, dan memanfaatkan kecepatan di sisi lapangan untuk menekan Brasil.
Strategi tersebut berhasil membuat Brasil kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Saat lawan berusaha menguasai lini tengah, Maroko justru berkali-kali mengancam melalui transisi cepat yang membuat pertahanan Brasil bekerja keras.
Kepercayaan diri Maroko semakin terlihat setelah mereka mampu unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Saibari. Gol tersebut membuat Brasil berada dalam tekanan dan memaksa tim asuhan Carlo Ancelotti bermain lebih terbuka.
Meski kemudian Brasil mampu menyamakan kedudukan melalui Vinicius Junior, permainan Maroko tidak berubah. Mereka tetap tenang, disiplin, dan terus mencari celah untuk kembali menghukum salah satu tim unggulan turnamen.
Salah satu cerita menarik dari laga ini datang dari gelandang muda berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi. Menghadapi pemain-pemain berpengalaman Brasil, Bouaddi tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kualitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain muda paling mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut.
Bahkan, hasil pertandingan bisa saja berakhir lebih manis bagi Maroko andai sedikit lebih beruntung pada menit-menit terakhir laga.
Sejak awal pertandingan, Maroko tampil tanpa rasa takut menghadapi tim yang dipenuhi pemain-pemain top Eropa. Mereka memilih bermain disiplin, menjaga organisasi pertahanan, dan memanfaatkan kecepatan di sisi lapangan untuk menekan Brasil.
Strategi tersebut berhasil membuat Brasil kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Saat lawan berusaha menguasai lini tengah, Maroko justru berkali-kali mengancam melalui transisi cepat yang membuat pertahanan Brasil bekerja keras.
Kepercayaan diri Maroko semakin terlihat setelah mereka mampu unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Saibari. Gol tersebut membuat Brasil berada dalam tekanan dan memaksa tim asuhan Carlo Ancelotti bermain lebih terbuka.
Meski kemudian Brasil mampu menyamakan kedudukan melalui Vinicius Junior, permainan Maroko tidak berubah. Mereka tetap tenang, disiplin, dan terus mencari celah untuk kembali menghukum salah satu tim unggulan turnamen.
Salah satu cerita menarik dari laga ini datang dari gelandang muda berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi. Menghadapi pemain-pemain berpengalaman Brasil, Bouaddi tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kualitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain muda paling mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut.