Rahasia Tretan Muslim Dalami Peran di “Foufo”: Ingat Ibu yang Belum Berhaji
Esti setiyowati
Kamis, 18 Juni 2026 - 16:14 WIB
Rahasia Tretan Muslim Dalami Peran di Foufo: Ingat Ibu yang Belum Berhaji. Foto: Instagram/tretanmuslim
Dikenal sebagai komedian dengan gaya satir dan celetukan khas Madura, Tretan Muslim mengaku menghadapi tantangan berbeda saat membintangi film layar lebar pertamanya, Foufo.
Di film garapan Bayu Skak dan Skak Studios ini, Muslim dituntut menampilkan sisi emosional melalui sejumlah adegan drama yang intens.
Ia mengaku tidak menyangka karakter yang diperankannya hampir tidak memberi ruang untuk melontarkan komedi. Sebaliknya, ia harus mendalami peran sebagai Muslim, seorang pengepul barang bekas asal Madura yang berjuang keras demi memberangkatkan ibunya menunaikan ibadah haji.
Baca juga: Tretan Muslim Ejek Rocket Rockers, Eks Vokalis Jawab tak Terduga
"Saya enggak menyangka kalau perannya itu bahkan saya enggak dikasih komedi di sini. Nah, itu menarik. Malah justru banyak suruh drama," kata Muslim seperti dikutip dari Antara, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, peran tersebut menuntutnya untuk beradegan menangis. Demi membangun suasana batin, ia menggunakan pengalaman pribadinya sebagai sumber penghayatan.
Menurut Muslim, cara paling efektif untuk memunculkan emosi adalah dengan membayangkan kondisi sang ibu di kehidupan nyata.
Di film garapan Bayu Skak dan Skak Studios ini, Muslim dituntut menampilkan sisi emosional melalui sejumlah adegan drama yang intens.
Ia mengaku tidak menyangka karakter yang diperankannya hampir tidak memberi ruang untuk melontarkan komedi. Sebaliknya, ia harus mendalami peran sebagai Muslim, seorang pengepul barang bekas asal Madura yang berjuang keras demi memberangkatkan ibunya menunaikan ibadah haji.
Baca juga: Tretan Muslim Ejek Rocket Rockers, Eks Vokalis Jawab tak Terduga
"Saya enggak menyangka kalau perannya itu bahkan saya enggak dikasih komedi di sini. Nah, itu menarik. Malah justru banyak suruh drama," kata Muslim seperti dikutip dari Antara, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, peran tersebut menuntutnya untuk beradegan menangis. Demi membangun suasana batin, ia menggunakan pengalaman pribadinya sebagai sumber penghayatan.
Menurut Muslim, cara paling efektif untuk memunculkan emosi adalah dengan membayangkan kondisi sang ibu di kehidupan nyata.