OJK Gandeng PERSIS Perluas Akses Keuangan Syariah hingga Komunitas, Duta Literasi dan Agen Syariah Dikukuhkan
Tim langit 7
Jum'at, 19 Juni 2026 - 17:22 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Garut; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat upaya memperluas akses layanan keuangan syariah dengan menggandeng Persatuan Islam (PERSIS) melalui pelaksanaan program School of Syariah (SoS) dan implementasi Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Garut, Kamis (18/6).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi OJK, PERSIS, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian tersebut diikuti 430 peserta dari lingkungan PERSIS dan masyarakat Kabupaten Garut.
Program ini menjadi bagian dari strategi memperluas literasi sekaligus akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah. Sebelumnya, OJK bersama para mitra juga telah menyelenggarakan tahap Pra-EPIKS secara daring pada 8 Juni 2026 yang diikuti 214 peserta.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan syariah serta pengenalan layanan Agen Layanan Keuangan Syariah yang diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, M. Ismail Riyadi, menegaskan organisasi kemasyarakatan Islam memiliki peran penting dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
“Organisasi kemasyarakatan Islam merupakan mitra strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah karena memiliki semangat pemberdayaan yang kuat sehingga dapat memperkuat solidaritas sosial, memperluas akses masyarakat terhadap potensi ekonomi, serta meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ismail dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting agar edukasi keuangan syariah dapat diterima lebih luas dan efektif oleh masyarakat.
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi OJK, PERSIS, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian tersebut diikuti 430 peserta dari lingkungan PERSIS dan masyarakat Kabupaten Garut.
Program ini menjadi bagian dari strategi memperluas literasi sekaligus akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah. Sebelumnya, OJK bersama para mitra juga telah menyelenggarakan tahap Pra-EPIKS secara daring pada 8 Juni 2026 yang diikuti 214 peserta.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan syariah serta pengenalan layanan Agen Layanan Keuangan Syariah yang diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, M. Ismail Riyadi, menegaskan organisasi kemasyarakatan Islam memiliki peran penting dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
“Organisasi kemasyarakatan Islam merupakan mitra strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah karena memiliki semangat pemberdayaan yang kuat sehingga dapat memperkuat solidaritas sosial, memperluas akses masyarakat terhadap potensi ekonomi, serta meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ismail dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting agar edukasi keuangan syariah dapat diterima lebih luas dan efektif oleh masyarakat.