home masjid

Doa Buruk Rasulullah SAW bagi Pemimpin yang Mempersulit Urusan Rakyat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:24 WIB
Rambu syariat telah memberikan garis batas yang sangat terang bahwa kekuasaan wajib dijalankan dengan penuh kasih sayang dan keramahan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Seorang nenek paruh baya terduduk lemas di selasar kantor pelayanan administrasi kependudukan sebuah daerah, akhir bulan lalu. Ia baru saja menempuh perjalanan puluhan kilometer menggunakan angkutan umum demi mengurus kartu jaminan kesehatan. Bukannya mendapat sambutan yang solutif, ia justru diusir secara kasar oleh petugas keamanan karena salah membawa berkas prasyarat. Keangkuhan birokrasi dan hilangnya empati aparat terhadap masyarakat lapisan bawah masih menjadi catatan hitam di berbagai instansi pemerintahan.

Gaya kepemimpinan yang berjarak dan cenderung represif kerap memicu ketegangan sosial yang akut. Berdasarkan data evaluasi dari berbagai lembaga pemantau pelayanan publik, ribuan aduan masyarakat setiap tahunnya didominasi oleh perlakuan tidak ramah dan intimidasi oleh oknum pejabat. Ketika kekuasaan dipahami sebagai alat untuk mendominasi, fungsi pelayan publik seketika berubah menjadi mesin penindas.

Islam menetapkan standar yang sangat berkebalikan mengenai relasi antara penguasa dan rakyat. Para ulama salaf menggariskan bahwa seorang pemimpin harus menempatkan dirinya secara proporsional di tengah masyarakat. Ia wajib bersikap seperti anak kandung di hadapan orang-orang tua, menjadi saudara kandung untuk warga yang sebaya, serta bertindak sebagai orang tua yang penuh kasih terhadap anak-anak. Kepemimpinan harus dijalankan dengan kelembutan, keramahan, serta komitmen untuk tidak membebani rakyat dengan urusan yang tidak mereka sanggupi.

Melalui pendekatan yang humanis tersebut, seorang pemimpin berhak mendapatkan doa kebaikan dari Rasulullah. Nabi memberikan batasan yang sangat jelas melalui doanya:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

Ya Allah, bagi siapa yang menjadi penguasa umatku, lalu ia menyulitkan mereka, maka timpakanlah kesulitan kepadanya. Dan barang siapa yang menjadi penguasa umatku, lalu ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia.

Timbangan Doa
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya