LANGIT7.ID-Nigeria; Seorang petinggi Partai Kongres Demokrat Afrika (ADC), Kenneth Okonkwo, menyatakan bahwa ketidakmampuan Presiden Bola Tinubu untuk menyerahkan ijazah sekolah dasar dan menengah pertamanya kepada Komisi Pemilihan Umum Independen (INEC) membuatnya tidak memenuhi syarat sebagai presiden Nigeria.
Okonkwo mendesak Tinubu untuk menghormati hukum Nigeria yang mengatur tentang kualifikasi masuk perguruan tinggi.
INEC sebelumnya telah mempublikasikan kredensial dan rincian lainnya dari semua calon presiden yang bertarung dalam pemilu 2027.
Tinubu hanya menyerahkan ijazah universitasnya, sementara ijazah SD dan SMP-nya tidak ada.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran luas dari masyarakat Nigeria, sekaligus memicu pertanyaan baru mengenai kualifikasi pendidikannya.
Namun, Okonkwo menulis di X: "Nigeria memiliki hukum yang harus dihormati. Tidak ada warga Nigeria yang memenuhi syarat untuk masuk universitas tanpa 5 nilai kredit di tingkat O-Level.
"Tinubu yang mengaku memenuhi syarat sebagai presiden dengan menyerahkan ijazah universitas asing—yang secara terbuka dinyatakan oleh universitas tersebut bukan berasal dari mereka—tanpa menyertakan ijazah sekolah menengahnya atau sederajat, membuatnya tidak memenuhi syarat menjadi presiden.
"Satu-satunya alasan demokrasi kita terancam adalah karena ulah semena-mena para hakim.
Meskipun telah ada peringatan dari Ketua Mahkamah Agung Nigeria dan Dewan Kehakiman Nasional (NJC), beberapa hakim tetap bertindak seenaknya sendiri, menafsirkan undang-undang yang mereka buat di kursi peradilan, tanpa seizin legislatif.
"Para hakim telah merampas kekuasaan eksekutif dan legislatif dari kursi peradilan dengan menggunakan alat bantu berupa putusan yang menyimpang."(*/saf/dailypost)
(lam)