home global news

Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang, Siap Jadi Destinasi Budaya Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:54 WIB
Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang, Siap Jadi Destinasi Budaya Baru
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi salah satu bangunan cagar budaya yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota, Masjid Tuo Ampang Gadang. Dalam kunjungan sekaligus peresmian pemugaran tahap pertama Masjid tersebut, Menbud menyampaikan bahwa pemugaran masjid yang berdiri pada 1834 M itu dapat terlaksana dengan baik.

Momentum bersejarah tersebut kemudian ditandai dengan penandatanganan prasasti pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang, yang disaksikan langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, beserta Wakil Bupati, Ahlul Badrito Resha.

Dalam sambutannya, Menbud menyampaikan bahwa setelah renovasi diperlukan dukungan masyarakat, pemerintah kabupaten, dan DPRD untuk mengaktivasi masjid. Tahap selanjutnya mencakup perbaikan kawasan, pemagaran, serta penyediaan informasi yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. “Kita kerja kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota, dan juga korporasi swasta, dan juga para individu-individu yang peduli pada budaya,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Menbud turut menyampaikan harapannya pasca pemugaran. “Mudah-mudahan Masjid Tuo Ampang Gadang yang sudah kita perbaiki, kita pugar, dapat menjadi masjid yang terus berlangsung dengan komunitasnya, dengan sejarahnya, dengan ajaran-ajarannya. Mungkin juga di sini dulu juga pernah ada tarekat yang perlu diteliti oleh para akademisi,” harap Menbud.

Bupati Safni, pada kesempatan yang sama menyambut baik dipugarnya Masjid yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut. “Kami yakin program-program ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di bidang kebudayaan dan juga menjadi bagian program pembangunan Kabupaten Lima Puluh Kota,” ungkapnya.

Pemugaran selanjutnya akan dilakukan pada bagian menara masjid. Menara yang dibangun pada tahun 1901 tersebut memiliki arsitektur yang diyakini merupakan akulturasi budaya lokal dan luar, yakni budaya Minang dan budaya Mughal dari Asia Tengah.

Turut hadir pada kegiatan ini, yakni Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Direktur Sarana dan Prasarana, Ferry Arlian; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Nurmatias; dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurcholis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya