LANGIT7.ID-Jakarta; Kelompok suporter dari seluruh dunia meluncurkan petisi yang menuntut pengunduran diri Gianni Infantino sebagai presiden FIFA serta reformasi menyeluruh terhadap organisasi tersebut.
Infantino kini berada di bawah tekanan yang semakin berat setelah terpaksa membatalkan rencananya untuk mencari investasi swasta guna mengelola turnamen-turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.
Tiga konfederasi benua menuduh Infantino melakukan "penipuan" dalam surat terbuka pekan lalu terkait cara rencana tersebut disusun dan disajikan. UEFA, sebagai induk sepak bola Eropa, bahkan berniat memboikot event-event FIFA karena telah "kehilangan kepercayaan" terhadap kepemimpinan Infantino.
Meski Infantino masih mendapat dukungan, terutama dari Afrika dan Amerika Selatan, kini organisasi suporter pun menyerukan agar ia mundur melalui petisi yang diluncurkan di change.org.
"Upaya memalukan yang dilakukan oleh satu orang—presiden FIFA sendiri—untuk menjual Piala Dunia kepada investor swasta adalah pengkhianatan yang tak akan pernah dilupakan oleh sepak bola," demikian pernyataan atas nama organisasi suporter tersebut. "Rencana Infantino disusun secara sembunyi-sembunyi. Dirundingkan di balik pintu tertutup. Disembunyikan dari anggota FIFA sendiri dan dari jutaan orang yang hasratnya membuat sepak bola menjadi apa adanya."
Para suporter didorong untuk menandatangani petisi ini, yang telah mendapat dukungan dari keenam konfederasi FIFA yang mencakup kelompok suporter tingkat benua maupun nasional.
"Seorang presiden yang berulang kali mengkhianati sepak bola dan mempermainkan olahraga kita telah kehilangan hak untuk memimpinnya," lanjut pernyataan tersebut. "Demi kredibilitas FIFA—dan demi masa depan olahraga ini—ia harus mengundurkan diri."
Petisi ini juga menuntut reformasi di tubuh FIFA, termasuk pelibatan formal para pendukung dan pemangku kepentingan utama sepak bola lainnya dalam setiap keputusan yang membentuk masa depan olahraga ini.
"Kepergian Gianni Infantino adalah langkah pertama dan wajib, tapi itu hanya akan berdampak positif jika diikuti dengan reformasi jabatan dan tata kelola," ujar Ronan Evain, direktur eksekutif Football Supporters Europe, yang turut menandatangani petisi tersebut. "Jika satu orang bisa memusatkan begitu banyak kekuasaan, maka tata kelola FIFA sudah tidak lagi memadai."
"FIFA perlu memulai dari nol. Semua reformasi dari tahun 2016 telah dihapus atau dibuat tidak relevan oleh Infantino. Kita harus berpikir terbuka mungkin mengenai masa depan tata kelola sepak bola, dan ada model-model lain di luar sepak bola, di luar olahraga, yang perlu dikaji—gagasan mengenai rotasi kepresidenan tampaknya menarik."
FIFA telah dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait hal ini.(*/saf/theguardian)
(lam)