LANGIT7.ID-Africa; Mantan bintang sepakbola Samuel Eto'o kembali menghadapi sorotan terkait biaya sekitar Rp11,6 miliar (€567.570) yang berkaitan dengan pertandingan persahabatan Kamerun melawan Rusia pada 2023. Setelah dokumen-dokumen dilaporkan mengarahkan uang tersebut di transfer ke rekening bank pribadinya di Qatar.
The Times melaporkan pada Kamis bahwa mereka telah memeriksa kontrak dan faktur yang meminta dua pembayaran sebesar Rp9,3 miliar (€455.056) dan Rp2,3 miliar (€112.514) ke sebuah rekening milik Eto'o di Qatar National Bank di Doha.
Pembayaran tersebut terkait pertandingan persahabatan Kamerun melawan Rusia pada Oktober 2023 di Moskow. Eto'o telah memimpin Federasi Sepak Bola Kamerun, yang biasa dikenal sebagai Fecafoot, sejak Desember 2021 dan juga duduk di komite eksekutif Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Dokumen-dokumen itu memberikan dasar yang lebih kuat untuk memeriksa instruksi pembayaran tersebut, tetapi tidak membuktikan bahwa Eto'o mencuri atau menahan uang itu secara pribadi.
Mantan eksekutif Fecafoot, Guibai Gatama, mengatakan kepada The Times bahwa ia tidak mengetahui adanya bukti akuntansi atau perbankan yang menunjukkan bahwa dana tersebut kemudian ditransfer ke rekening resmi federasi atau dicatat dalam pembukuan Fecafoot.
Hal itu masih merupakan tuduhan. Laporan keuangan lengkap Fecafoot, catatan bank pengirim, dan rekening koran Eto'o belum dipublikasikan.
Eto'o dan Fecafoot belum memberikan tanggapan kepada The Times saat laporan itu diterbitkan.
Tuduhan ini sudah ada sebelum laporan dokumenter baru. Sengketa itu sendiri tidak dimulai pada September 2026.
Media Kamerun membawa tuduhan terkait pada Juni 2025, termasuk klaim bahwa Rp9,3 miliar (€455.056) dikirim ke rekening Eto'o di Qatar.
Eto'o dilaporkan membantah memperkaya diri sendiri dan mengaitkan pengaturan pembayaran itu dengan kesulitan teknis dalam memproses transaksi. Tanggapan sebelumnya itu harus disertakan agar artikel baru tidak menyajikan seluruh tuduhan sebagai temuan yang sepenuhnya baru.
Yang baru adalah klaim The Times bahwa mereka memeriksa kedua faktur dan kontrak, identifikasi mereka atas instruksi pembayaran kedua sebesar Rp2,3 miliar (€112.514), dan angka gabungan yang dihasilkan sebesar Rp11,6 miliar (€567.570).(*/saf/businessinsider.africa)
(lam)