LANGIT7.ID-London; Negara-negara Eropa berencana meningkatkan tekanan pada Gianni Infantino dengan menarik secara massal surat-surat dukungan untuk pencalonannya kembali sebagai presiden FIFA.
Masa jabatan Infantino kini terancam serius setelah gagalnya skema yang didukung swasta untuk menjual sebagian hak kompetisi Piala Dunia. Rencana itu kandas setelah asosiasi anggota UEFA mengancam akan memboikot kompetisi FIFA di masa depan. Suasana masih memanas, dan di seluruh Eropa muncul keinginan luas untuk segera memberhentikannya dari jabatan.
Saat ini, sejumlah federasi nasional tengah membahas penarikan dukungan secara resmi terhadap Infantino guna mempercepat pengunduran dirinya, dan pengumuman kemungkinan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Sebelum krisis pekan lalu meledak, seluruh 55 anggota UEFA—kecuali Jerman, Rumania, dan Norwegia—telah mengirim surat dukungan untuk pencalonan Infantino pada Maret mendatang. Masa jabatan keempat pria asal Swiss itu sebelumnya dianggap sudah pasti.
Penarikan dukungan secara serentak sempat diwacanakan, tetapi ada pula kemungkinan anggota asosiasi menarik dukungannya satu per satu. Langkah ini pada dasarnya akan menjadi mosi tidak percaya dan semakin menekan Infantino untuk mengundurkan diri. FIFA harus diberi tahu oleh negara mana pun yang ingin menarik kembali surat dukungannya.
Pembicaraan juga terus berlanjut dengan negara-negara dari konfederasi lain. Meskipun usulan FIFA Forward Enterprise-nya gagal, sejumlah negara di Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tetap secara terbuka mendukung Infantino akhir pekan lalu. Namun, sumber di kalangan sepak bola Eropa mempertanyakan apakah federasi-federasi tersebut benar-benar memahami betapa besarnya gejolak penolakan yang dihadapi Infantino.
Setelah Qatar—raksasa keuangan—menyatakan dukungannya pada Sabtu, asosiasi kecil Asia seperti Sri Lanka dan Kuwait juga memberikan dukungan publik pada Minggu. Meski demikian, AFC jarang memberikan suara secara kompak, dan ada kemungkinan sejumlah asosiasi yang tidak puas dengan Infantino akan bergabung dengan kubu Eropa.
Seperti yang diungkapkan Guardian pada Juli lalu, lebih dari 200 dari 211 anggota FIFA telah memberikan surat dukungan untuk Infantino. FIFA disebut-sebut telah memberikan tekanan besar kepada mereka yang ragu, meskipun saat itu masa jabatannya tampak tidak terancam. Banyak yang mendukungnya meskipun secara pribadi memiliki keraguan terhadap kepemimpinannya, tetapi kini, baik di Eropa maupun di luar, kesabaran telah habis.
Upaya untuk mencari kandidat pengganti Infantino pun mulai digencarkan. Siapa pun yang diajukan dalam pemilihan nanti harus mendapatkan dukungan signifikan dari luar Eropa, terutama dari AFC serta Konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf). Cepatnya dukungan berkumpul di sekitar calon yang tepat bisa menjadi kunci untuk meyakinkan Infantino bahwa posisinya sudah tidak bisa dipertahankan.
Infantino tampaknya tetap bertekad bertahan, dan disebut-sebut masih melobi berbagai asosiasi anggota di seluruh dunia untuk memastikan dukungan mereka tetap ada. Namun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) sepenuhnya berada di belakang Infantino. Dengan demikian, Asia dan Amerika Utara menjadi medan pertempuran yang menentukan saat anggota UEFA berupaya mencari kepemimpinan baru di FIFA.(*/saf/theguardian)
(lam)