home masjid

Hadis Nabi Tegaskan Ancaman Haram Surga bagi Pejabat Publik yang Menipu Rakyat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:12 WIB
Fadhilah menjadi pemimpin yang baik bukanlah sekadar janji pahala di akhirat, melainkan kunci untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan harmonis di dunia. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di sebuah ruang rapat yang sejuk, beberapa pria berjas rapi tampak tegang menghadapi tumpukan berkas. Di luar gedung, ribuan orang berteriak menuntut keadilan dan kesejahteraan. Pemandangan kontras ini jamak terjadi di berbagai belahan dunia, merefleksikan jurang pemisah yang sering kali tercipta antara pemimpin dan yang dipimpin.

Jabatan, yang sering kali dikejar sebagai simbol kekuasaan dan kemewahan, sejatinya adalah sebuah beban berat yang menuntut pertanggungjawaban ganda: di dunia dan di akhirat.

Krisis kepemimpinan yang melanda berbagai institusi, mulai dari tingkat negara hingga rumah tangga, memicu keprihatinan mendalam.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri dalam bukunya Mukhtasar Al-Fiqh Al-Islami atau Ringkasan Fiqih Islam (IslamHouse.com, 2012), memberikan panduan komprehensif mengenai etika dan kedaulatan kepemimpinan yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Bagi At-Tuwaijri, kepemimpinan bukanlah hak istimewa, melainkan amanah suci yang fadhilahnya (keutamaannya) hanya bisa diraih melalui dedikasi tulus dan integritas moral yang tinggi.

Salah satu fondasi utama kepemimpinan dalam Islam adalah prinsip universalitas. Jabatan pemimpin tidak terbatas pada kepala negara atau pejabat publik semata. Setiap individu, dalam kapasitasnya masing-masing, memikul tanggung jawab kepemimpinan. Konsep ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله- صلى الله عليه وسلم- يقول: «كُلُّكُمْ رَاعٍ, وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ: الإمَامُ رَاعٍ وَمَس|ؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهو مَس|ؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, وَالمرأةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَس|ؤُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا, وَالخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَس|ؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ». متفق عليه.

Artinya: Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawabannya terhadap orang yang dipimpinnya, seorang kepala negara adalah pemimpin dan ia akan diminta pertanggung jawabannya terhadap orang yang dipimpinnya, seorang lelaki adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan ia akan diminta pertanggung jawabannya terhadap orang yang dipimpinnya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia akan diminta pertanggung jawabannya terhadap orang yang dipimpinnya, seorang pembantu adalah pemimpin di rumah tuannya dan ia akan diminta pertanggung jawabannya terhadap apa yang dipimpinnya, dan “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawabannya terhadap orang yang dipimpinnya”. (Muttafaq ’alaih).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya