Tio Pakusadewo Menangis Saat Cerita Belajar Ngaji, Kisahnya Bikin Terenyuh
Esti setiyowati
Rabu, 24 Juni 2026 - 13:42 WIB
Tio Pakusadewo Menangis Saat Cerita Belajar Ngaji, Kisahnya Bikin Terenyuh. Foto: Ist.
Aktor senior Tio Pakusadewo membagikan kisah spiritual yang membekas dalam perjalanan hidupnya. Dalam program Rumpi: No Secret yang tayang pada 23 Juni 2026, Tio mengungkapkan pertemuannya dengan Ali Imron di penjara menjadi titik penting yang membawanya kembali mendalami Al-Qur'an dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Tio, yang kini berusia 62 tahun, memandang fase hidup yang sedang dijalaninya sebagai momentum untuk berbenah diri. Setelah mengalami sakit yang cukup serius hingga harus menjalani berbagai perawatan medis, ia menyebut masa tersebut sebagai waktu untuk memperbaiki diri, terutama dari sisi spiritual.
Baca juga: Tio Pakusadewo Dirawat dengan BPJS Kelas 3, Dewi Irawan Inisiatif Buka Donasi
"Ya Tuhan mohon maaf. Sampai saya berkesimpulan, ya ini kalau di film ini adegan tikungan yang terakhir. Ya mungkin sudah saatnya saya bebenah semua-semua kan, yang di dalam terutama," ujar Tio.
Menurut Tio, sakit yang dialami membuatnya menyadari pentingnya berbenah diri. Ia merasa perlu lebih fokus memperbaiki sisi batin, sekaligus mengurangi berbagai hal yang tidak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari ucapan, tindakan, hingga pikiran yang tidak memberikan manfaat positif.
"Terima saja ini hadiah dari Tuhan. Mungkin kalau orang yang sehat tahu bahwa sakit itu adalah ibadah dan luar biasa. Mereka berebut sakit," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tio juga mengenang pertemuannya dengan Ali Imron, mantan terpidana kasus Bom Bali yang kini aktif berdakwah. Saat berada di penjara, Ali Imron menanyakan sejauh mana kemampuan Tio membaca Al-Qur'an dan menawarkan untuk membimbingnya kembali belajar mengaji.
Tio, yang kini berusia 62 tahun, memandang fase hidup yang sedang dijalaninya sebagai momentum untuk berbenah diri. Setelah mengalami sakit yang cukup serius hingga harus menjalani berbagai perawatan medis, ia menyebut masa tersebut sebagai waktu untuk memperbaiki diri, terutama dari sisi spiritual.
Baca juga: Tio Pakusadewo Dirawat dengan BPJS Kelas 3, Dewi Irawan Inisiatif Buka Donasi
"Ya Tuhan mohon maaf. Sampai saya berkesimpulan, ya ini kalau di film ini adegan tikungan yang terakhir. Ya mungkin sudah saatnya saya bebenah semua-semua kan, yang di dalam terutama," ujar Tio.
Menurut Tio, sakit yang dialami membuatnya menyadari pentingnya berbenah diri. Ia merasa perlu lebih fokus memperbaiki sisi batin, sekaligus mengurangi berbagai hal yang tidak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari ucapan, tindakan, hingga pikiran yang tidak memberikan manfaat positif.
"Terima saja ini hadiah dari Tuhan. Mungkin kalau orang yang sehat tahu bahwa sakit itu adalah ibadah dan luar biasa. Mereka berebut sakit," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tio juga mengenang pertemuannya dengan Ali Imron, mantan terpidana kasus Bom Bali yang kini aktif berdakwah. Saat berada di penjara, Ali Imron menanyakan sejauh mana kemampuan Tio membaca Al-Qur'an dan menawarkan untuk membimbingnya kembali belajar mengaji.