LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Brawijaya (UB) menggelar tes skrining kesehatan mental secara serentak bagi 17.000 calon mahasiswa baru (camaba) tahun akademik 2026 , agar mereka dapat beradaptasi dan menjalani proses pembelajaran dengan optimal. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit , selama tiga hari (3/8-7/8/2026).
Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental, Dian Sudiono Putri, mengatakan pemeriksaan kesehatan mental secara serentak dan tatap muka ini merupakan yang pertama kalinya digelar oleh pihak kampus.
”Sebelumnya mungkin pernah dilaksanakan, tetapi tidak secara serentak seperti sekarang. Kali ini menjadi agenda perdana yang dilaksanakan serentak, karena mereka harus hadir langsung di kampus dan menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru,” ujar Dian dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Dian menambahkan, pemeriksaan berkala ini sebagai langkah pencegahan selama menjalani masa-masa perkuliahan .
“Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi menurun di semester pertengahan. Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini,” katanya.
Pemeriksaan dilakukan secara langsung di kampus untuk memastikan otentisitas pengisi kuesioner. Seluruh rangkaian tes ini disediakan secara gratis, menggunakan kuesioner yang disusun khusus oleh Tim Psikolog Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB.
Mahasiswa Menunjukkan Kepada Petugas Saat Sudah Selesai Melaksanakan Tes Kesehatan Mental. Foto Humas UB: SukanaDalam pelaksanaannya, LKM melibatkan panitia mahasiswa yang bertugas mendampingi peserta selama pengisian di dalam aula. Panitia menekankan pentingnya kejujuran peserta dalam menjawab setiap pertanyaan.
”Tim panitia bertugas memastikan kepada mahasiswa bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah. Hasil tes ini bukan untuk membeda-bedakan mahasiswa, melainkan agar kampus memiliki data awal untuk memberikan pendampingan jika diperlukan,” tutur Dian.
Sementara itu, sejumlah calon mahasiswa baru mengapresiasi langkah universitas tersebut.
Ana dari FK menilai tes kesehatan mental sangat penting dan berharap ada tindakan lanjutan berupa intervensi atau fasilitas penanganan medis/psikologis yang cepat bagi mahasiswa yang terindikasi membutuhkan bantuan.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari hingga Jumat (7/8/2026) tersebut dilaksanakan berbarengan dengan tes urine (NAPZA) dan pembagian jas almamater. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi awal dalam mencegah memburuknya kondisi psikologis mahasiswa yang dapat mengganggu proses akademik.
Ke depan, UB merencanakan pemeriksaan kesehatan mental secara berkala setiap semester atau enam bulan sekali. (Humas UB)
(lam)