LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Program kemitraan KITA SEHAT (Indonesia-Australia Health Transformation Partnership) telah resmi diluncurkan. Fokus utama program ini yaitu memperkuat layanan kesehatan primer, ketahanan kesehatan, serta pendekatan One Health dari tingkat pusat hingga ke pelosok daerah.
Kerja sama antara
Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia dalam program KITA SEHAT ini bernilai hingga AUD100 juta.
Kemitraan dengan periode 2025-2033 ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian sebagai instansi pelaksana, berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, serta didukung WHO, UNICEF, dan UNFPA sebagai mitra pembangunan.
Menteri Kesehatan
Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa setiap dukungan internasional harus dirancang secara taktis agar memberikan dampak nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
"Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Indonesia. Namun, saya juga membutuhkan target yang benar-benar spesifik dan fokus yang jelas. Jangan sampai kegiatannya banyak, tetapi hasilnya tidak terlihat," katanya, dikutip Minggu (26/7/2026).
Oleh karena itu, ia meminta dukungan agar layanan primer berjalan baik, termasuk memastikan cakupan imunisasi meningkat hingga di atas 90 persen, pelaksanaan
Cek Kesehatan Gratis, penurunan stunting, serta pengendalian faktor risiko penyakit.
Baca juga: Hari Anak Nasional: Allianz Ungkap Klaim Kesehatan Anak Tembus Rp212 Miliar, ISPA Jadi Penyakit TerbanyakMenurut Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, KITA SEHAT mencerminkan kuatnya kemitraan Australia dan Indonesia dalam bidang kesehatan yang telah lama terjalin, dan komitmen bersama terhadap kesehatan untuk semua.
"Australia bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan gizi, dan sistem ketahanan kesehatan yang lebih tangguh," ungkap Kamath.
Ia menambahkan bahwa melalui KITA SEHAT, Pemerintah Australia berkomitmen mendukung keberhasilan program hingga tahun-tahun mendatang melalui intervensi sistemik yang menjangkau masyarakat.
Sementara dari sisi perencanaan pembangunan nasional, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menjelaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan fondasi utama transformasi Indonesia sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025-2045.
Menurutnya, keberhasilan kemitraan ini tidak diukur dari aspek seremonial, melainkan dari kapasitas yang mampu dibangun dan ditinggalkan bagi Indonesia.
Baca juga: BAZNAS Siapkan Skema Iuran BPJS Kesehatan Lansia Miskin Lewat Zakat Deposito Syariah"Program KITA SEHAT bukan sekadar proyek kerja sama. Program ini adalah investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kita tidak mencari ketergantungan. Yang kita bangun melalui kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan mitra pembangunan ini adalah ruang untuk saling belajar, memperkuat kapasitas nasional, dan menghasilkan solusi bersama," kata Febrian.
Sebagai langkah awal,
program KITA SEHAT akan diimplementasikan secara intensif di tingkat nasional serta di tiga provinsi percontohan, yaitu Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua Barat Daya.
Dalam implementasinya, seluruh program akan mengintegrasikan pendekatan locally led (berbasis kepemimpinan lokal), kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI), serta ketahanan iklim untuk mempercepat terwujudnya target keadilan sosial "Kesehatan untuk Semua" menuju Indonesia Emas 2045.
(lsi)