LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Pemerintah Indonesia akan meminjamkan dua ekor
Komodo dragon ke Prefektur Shizuoka,
Jepang, sebagai bagian dari kerjasama
konservasi satwa liar antarnegara.
Dilansir dari Reuters, Rabu (1/4/2026), pejabat konservasi Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menjelaskan bahwa satu komodo jantan dan satu betina akan dikirim ke kebun binatang di Shizuoka.
Baca juga: Kerja Sama Indonesia-Jepang Makin Erat, PM Ishiba: Transformasi Ekonomi RI MengesankanSebagai imbalannya, pihak Jepang akan mengirimkan beberapa satwa ke Indonesia, termasuk panda merah dan jerapah.
Menurut Ahmad Munawir, pertukaran satwa ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi kedua negara dalam perlindungan dan konservasi satwa liar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keanekaragaman hayati.
Program ini juga difokuskan pada upaya penangkaran Komodo dragon, yang saat ini masuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN Red List.
Kesepakatan kerja sama ini telah ditandatangani pekan lalu, menjelang kunjungan
Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo bertemu dengan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk mempererat
hubungan bilateral.
Namun, rencana ini menuai kritik dari kelompok perlindungan hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA). Mereka menilai bahwa komodo tidak seharusnya dijadikan “alat diplomasi”.
Presiden PETA Asia, Jason Baker, menyatakan bahwa pengiriman satwa cerdas tersebut ke luar negeri untuk penangkaran justru memperkuat anggapan keliru bahwa konservasi dapat dilakukan di dalam kebun binatang.
“Anak komodo yang lahir di sana berpotensi hidup dalam kurungan seumur hidup,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa komodo sebaiknya tetap berada di habitat aslinya.
Baca juga: Heboh! Sumba Ternyata Habitat Asli Komodo, Ini BuktinyaBerdasarkan data pemerintah, Indonesia saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 3.000 ekor Komodo dragon. Satwa ini dikenal sebagai kadal terbesar di dunia, dengan panjang tubuh mencapai sekitar 3 meter, memiliki lidah bercabang berwarna kuning, serta gigitan berbisa.
Media Jepang melaporkan bahwa dua komodo tersebut diperkirakan akan tiba di Shizuoka paling cepat pada Juni mendatang untuk menjalani program penangkaran. Pengiriman akan dilakukan setelah adanya kesepakatan bisnis antara kebun binatang di Indonesia dan Jepang.
(est)