LANGIT7.ID-, Jakarta - - Terapi sel punca atau
stem cell semakin dikenal luas berkat berbagai manfaatnya. Selain dimanfaatkan dalam penanganan sejumlah penyakit degeneratif, terapi ini juga banyak digunakan di bidang estetika dan
kesehatan.
Potensi besar sel punca,
secretome, dan
exosome memang sangat menjanjikan untuk kesehatan dan
kecantikan, namun tidak banyak yang tahu akan manfaat dari sel punca sebagai alternatif pengobatan penyakit degeneratif.
Baca juga: Membedah Hukum Stem Cell dalam Sudut Pandang IslamApa Itu Sel Punca (Stem Cell)? Merujuk pada keterangan Kementerian Kesehatan di laman kesehatan lanjut Kemkes,
sel punca (Stem Cell) adalah sel induk yang memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri dan berubah menjadi berbagai jenis sel.
Sel punca (stem cell) dapat diperoleh dari beberapa sumber, seperti darah tali pusat, sumsum tulang, maupun jaringan lemak. Namun, sumber yang dinilai paling optimal adalah darah tali pusat karena mengandung sel punca dalam jumlah lebih banyak dan memiliki kemampuan berkembang menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan tubuh.
Manfaat Stem Cell bagi Kesehatan dan KecantikanDisebutkan bahwa sel induk ini mampu meregenerasi sel yang mengalami kerusakan dan berpotensi untuk memperbaiki sistem imun. Bagi lansia dengan peradangan sendi lutut, terapi sel punca berpotensi untuk meregenerasi atau memperbaiki tulang rawan sehingga terdapat perbaikan fungsi.
Beberapa potensi Sel Punca (Stem Cell) diantaranya yaitu dapat meredakan peradangan, menjaga keseimbangan sistem imun, agen anti-mikrobial, dan lain-lain.
Potensi tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses penyembuhan penyakit degeneratif seperti Orthopedi (Tulang), stroke, jantung, luka bakar, kebotakan, dan lainnya.
Baca juga: Tren Kosmetik Global Bergeser Menuju Standar Halal dan Kecantikan EtisSementara dari sisi kecantikan, sel punca menawarkan berbagai manfaat potensial dalam perawatan kulit, di antaranya memperbaiki kulit yang rusak akibat penuaan, paparan sinar matahari, atau luka.
Risiko Sel Punca Seperti prosedur medis lainnya, terapi sel punca (stem cell) juga memiliki sejumlah risiko yang perlu menjadi perhatian. Tingkat risikonya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan pasien yang harus lolos proses skrining, kualitas produk sel punca yang digunakan, hingga metode pemberian, dosis, dan rute administrasi terapi.
Secara umum, terapi sel punca berpotensi menimbulkan respons imun yang tidak diinginkan, meningkatkan risiko terbentuknya tumor, serta memicu efek toksisitas maupun reaksi hipersensitivitas pada pasien tertentu.
Karena itu, terapi sel punca harus dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi di bidangnya dan dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan yang telah mengantongi izin sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: LPPOM: Dari Hong Kong, Dunia Akui Kosmetik Halal Sebagai Masa Depan Industri Kecantikan(est)