Indonesia Melonjak ke Peringkat 2 Dunia Wisata Ramah Muslim, Puluhan Ribu UMK Halal Jadi Motor Penggerak
Tim langit 7
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:08 WIB
Indonesia Melonjak ke Peringkat 2 Dunia Wisata Ramah Muslim, Puluhan Ribu UMK Halal Jadi Motor Penggerak
LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia mencatat lompatan besar dalam peta pariwisata halal dunia setelah berhasil menempati peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year pada ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena Indonesia sebelumnya berada di posisi kelima pada 2025. Dalam waktu satu tahun, Indonesia mampu naik tiga tingkat dan semakin mendekati posisi puncak destinasi wisata ramah Muslim dunia.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai kenaikan peringkat tersebut menunjukkan pengakuan dunia terhadap semakin kuatnya ekosistem halal nasional yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui dunia sebagai destinasi yang mampu menghadirkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi wisatawan Muslim. Salah satu faktor penting dalam penguatan ekosistem tersebut adalah tersedianya produk dan layanan halal yang terpercaya melalui implementasi Jaminan Produk Halal," ujar Haikal Hasan, dalam keterangnanya dikutip Kamis(25/6/2026).
Menurut Haikal, keberadaan makanan dan minuman halal menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing destinasi wisata ramah Muslim. Karena itu, BPJPH terus memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, terutama Usaha Mikro dan Kecil (UMK), melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI).
Program tersebut memberikan fasilitasi sertifikasi halal gratis mulai dari tahap pengajuan hingga penerbitan sertifikat halal melalui skema pernyataan pelaku usaha (self declare) yang didampingi Pendamping Proses Produk Halal (PPH).
Dalam dua tahun terakhir, BPJPH bersama Kementerian Pariwisata juga mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku UMK yang berada di kawasan dan desa wisata. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk, standar layanan, serta daya saing destinasi wisata Indonesia di pasar wisata halal global.
Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena Indonesia sebelumnya berada di posisi kelima pada 2025. Dalam waktu satu tahun, Indonesia mampu naik tiga tingkat dan semakin mendekati posisi puncak destinasi wisata ramah Muslim dunia.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai kenaikan peringkat tersebut menunjukkan pengakuan dunia terhadap semakin kuatnya ekosistem halal nasional yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui dunia sebagai destinasi yang mampu menghadirkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi wisatawan Muslim. Salah satu faktor penting dalam penguatan ekosistem tersebut adalah tersedianya produk dan layanan halal yang terpercaya melalui implementasi Jaminan Produk Halal," ujar Haikal Hasan, dalam keterangnanya dikutip Kamis(25/6/2026).
Menurut Haikal, keberadaan makanan dan minuman halal menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing destinasi wisata ramah Muslim. Karena itu, BPJPH terus memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, terutama Usaha Mikro dan Kecil (UMK), melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI).
Program tersebut memberikan fasilitasi sertifikasi halal gratis mulai dari tahap pengajuan hingga penerbitan sertifikat halal melalui skema pernyataan pelaku usaha (self declare) yang didampingi Pendamping Proses Produk Halal (PPH).
Dalam dua tahun terakhir, BPJPH bersama Kementerian Pariwisata juga mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku UMK yang berada di kawasan dan desa wisata. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk, standar layanan, serta daya saing destinasi wisata Indonesia di pasar wisata halal global.