home wirausaha syariah

Mosaic Ungkap Skema PLTS Komunitas yang Bisa Tekan Tarif Listrik, Pinjaman Bank Dinilai Paling Berisiko

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:57 WIB
Mosaic Ungkap Skema PLTS Komunitas yang Bisa Tekan Tarif Listrik, Pinjaman Bank Dinilai Paling Berisiko
LANGIT7.ID-Jakarta; PLTS berbasis komunitas berpotensi menghadapi beban biaya yang tinggi apabila seluruh kebutuhan investasinya mengandalkan pinjaman bank. Bahkan, berdasarkan kajian Mosaic, skema tersebut dapat membuat tarif listrik yang dihasilkan melampaui tarif listrik non-subsidi PLN.

Program Director Mosaic Aldy Permana menilai model pembiayaan tersebut menjadi pilihan yang paling berat karena seluruh biaya investasi harus dikembalikan oleh operator proyek.

“Skema ini mungkin menjadi yang paling tidak ideal untuk dipilih karena mahal dan risikonya besar bagi komunitas,” kata Aldy dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Mosaic menawarkan empat model pembiayaan PLTS komunitas. Pilihan itu meliputi pendanaan hibah penuh melalui wakaf, pembiayaan melalui pinjaman bank, kombinasi hibah dan pinjaman lunak, serta pembentukan dana abadi berbasis wakaf uang.

Dari empat opsi tersebut, kombinasi hibah dan pinjaman lunak dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kemampuan komunitas dalam mengelola proyek. Melalui pembagian investasi antara hibah dan pinjaman lunak, tarif listrik yang dihasilkan dapat ditekan hingga sekitar Rp616 per kWh.

"Skema ketiga memberikan keseimbangan untuk program piloting karena tidak terlalu meringankan beban, tetapi juga tidak terlalu membebani implementor. Pada saat yang sama, skema ini mengunci kemampuan dan profitabilitas pengelolaan bisnis,” ujar Aldy.

Tantangan pembiayaan memang menjadi persoalan utama dalam pengembangan energi surya berbasis komunitas. Berdasarkan kajian Mosaic, pembangunan PLTS berkapasitas 1 megawatt (MW) membutuhkan modal awal sekitar Rp22 miliar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya