home global news

Rupiah Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS, Meredanya Konflik Timur Tengah dan Fundamental RI Jadi Penopang

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:52 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS, Meredanya Konflik Timur Tengah dan Fundamental RI Jadi Penopang
LANGIT7.ID-Jakarta;Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (25/6/2026), di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta masih terjaganya fundamental ekonomi domestik.

Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat 9 poin ke level Rp17.943 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.952 per dolar AS. Sepanjang sesi perdagangan, mata uang Garuda bahkan sempat menguat hingga 30 poin sebelum memangkas sebagian penguatannya menjelang penutupan.

Pergerakan rupiah tersebut terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global pasca tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran.

Dari sisi domestik, pemerintah menilai perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang solid meskipun sempat dihadapkan pada gejolak geopolitik global sejak akhir Februari 2026. Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi dampak perang untuk rentang lima hingga 10 bulan dan menilai seluruh skenario tersebut dapat dilalui dengan baik.

Ketahanan ekonomi juga didukung oleh berkurangnya ketergantungan impor minyak Indonesia terhadap kawasan Timur Tengah yang kini hanya sekitar 20%. Pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi ke sejumlah negara Afrika seperti Nigeria dan Gabon, serta memperkuat pasokan melalui komitmen pembelian dari Amerika Serikat dan Venezuela melalui skema Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Selain itu, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang masih relatif kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5,61%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara G20 maupun pertumbuhan ekonomi global. Posisi cadangan devisa mencapai US$144,9 miliar pada akhir Mei 2026, sementara realisasi investasi pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,8 triliun.

Aktivitas manufaktur juga masih bertahan di zona ekspansi meski tipis, tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang berada di level 50.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya