LANGIT7.ID-, Teheran - Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa tindakan Iran sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional, seraya menegaskan bahwa Teheran tidak pernah menghendaki ketidakstabilan di kawasan tersebut.
Hal tersebut disampaikan dalam percakapan telepon antara Presiden Pezeshkian dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada hari Rabu (18/8/2026).
Pezeshkian menyambut baik sikap positif Jepang mengenai perlunya mengakhiri perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel, serta menyatakan bahwa Iran secara konsisten berupaya memperbaiki hubungan dengan negara-negara tetangga.
Presiden juga menegaskan bahwa upaya diplomatik sangat penting untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas. Sebagaimana melansir
presiden.ir, Kamis (19/8/2026).
Baca juga: Bukan Hanya Iran, Negara-negara Ini Juga Tawarkan Bantuan Pascagempa NTTIa menyoroti bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel merusak stabilitas kawasan melalui agresi terhadap Iran, upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pembunuhan warga sipil, termasuk para siswa di sebuah sekolah di Minab, serta serangan terhadap infrastruktur sipil.
Perdana Menteri Jepang menegaskan kembali dukungan Tokyo terhadap pendekatan diplomatik untuk mengakhiri perang, seraya menyatakan bahwa upaya semacam itu sejalan dengan kepentingan jangka panjang Iran maupun kawasan secara lebih luas.
Takaichi juga menyambut baik kemajuan dalam negosiasi antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz. Ia berharap keberhasilan perundingan tersebut akan berujung pada pembukaan kembali jalur perairan strategis itu sesegera mungkin.
Ia juga meminta Presiden Pezeshkian untuk menggunakan pengaruh Iran guna membantu mencegah eskalasi ketegangan di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Baca juga: Trump Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan Iran, Selat Hormuz Jadi SorotanDalam percakapan tersebut, kedua pejabat menegaskan kembali komitmen mereka terhadap dialog berkelanjutan serta perluasan hubungan yang telah lama terjalin antara Iran dan Jepang.
(lsi)