Manchester United Resmi Rekrut Kapten Masa Depan, Mesin Pencetak 289 Gol dan Sejarah Yang Ditorehkan
Sururi al faruq
Ahad, 28 Juni 2026 - 20:47 WIB
Manchester United Resmi Rekrut Kapten Masa Depan, Mesin Pencetak 289 Gol dan Sejarah Yang Ditorehkan
LANGIT7.ID-London; Manchester United tak pernah ragu untuk membuat gebrakan lewat rekrutmen pemain bintang. Mulai dari era Sir Alex Ferguson hingga masa-masa sulit perombakan skuad di tahun 2010-an, Setan Merah sering mengandalkan pembelian pemain berprofil tinggi untuk meraih ambisi mereka. Hal ini berarti mereka tak hanya memecahkan rekor transfer internal klub, tetapi juga rekor transfer Inggris, dalam beberapa kesempatan.
Sebagian dari kedatangan megah tersebut kemudian mengukir nama mereka dalam sejarah kaya klub dengan mengangkat trofi paling bergengsi. Namun, sebagian lainnya justru menjadi pelajaran berharga tentang betapa mudahnya bakat kelas dunia layu di bawah tekanan banderol harga selangit di Old Trafford.
Berikut ini, Manchester Evening News mengulas tiga momen spesifik ketika United memecahkan rekor transfer klub mereka, dengan contoh seorang kapten legendaris, mesin gol yang tak kenal lelah, serta pemain gagal fenomenal dari Real Madrid.
Roy Keane – Rp73 Miliar pada 1993
Pada musim panas 1993, Sir Alex ingin memperkuat lini tengah yang baru saja mengantar United meraih gelar liga pertama dalam 26 tahun. Sementara itu, Nottingham Forest baru saja terdegradasi, dan gelandang muda mereka yang berusia 21 tahun, Roy Keane, menjadi salah satu pemain paling diburu di sepak bola Inggris.
Pemain asal Irlandia itu tampaknya akan bergabung dengan Blackburn Rovers, tetapi karena dokumen yang dibutuhkan tidak diserahkan tepat waktu, transfer tersebut tidak bisa didaftarkan pada akhir pekan itu. Ferguson mengetahui hal ini dan segera menelepon Keane langsung, lalu mengatur pertemuan yang akhirnya membuat United membajak kesepakatan tersebut.
Investasi sebesar Rp73 miliar itu, yang memecahkan rekor transfer United sebelumnya untuk Gary Pallister pada 1989, segera membuahkan hasil. Keane menjadi jantung tim, membentuk duet tangguh di lini tengah bersama Paul Ince dan kemudian Paul Scholes. Kepemimpinannya terbukti tak ternilai saat United mendominasi era 1990-an dan awal 2000-an.
Sebagian dari kedatangan megah tersebut kemudian mengukir nama mereka dalam sejarah kaya klub dengan mengangkat trofi paling bergengsi. Namun, sebagian lainnya justru menjadi pelajaran berharga tentang betapa mudahnya bakat kelas dunia layu di bawah tekanan banderol harga selangit di Old Trafford.
Berikut ini, Manchester Evening News mengulas tiga momen spesifik ketika United memecahkan rekor transfer klub mereka, dengan contoh seorang kapten legendaris, mesin gol yang tak kenal lelah, serta pemain gagal fenomenal dari Real Madrid.
Roy Keane – Rp73 Miliar pada 1993
Pada musim panas 1993, Sir Alex ingin memperkuat lini tengah yang baru saja mengantar United meraih gelar liga pertama dalam 26 tahun. Sementara itu, Nottingham Forest baru saja terdegradasi, dan gelandang muda mereka yang berusia 21 tahun, Roy Keane, menjadi salah satu pemain paling diburu di sepak bola Inggris.
Pemain asal Irlandia itu tampaknya akan bergabung dengan Blackburn Rovers, tetapi karena dokumen yang dibutuhkan tidak diserahkan tepat waktu, transfer tersebut tidak bisa didaftarkan pada akhir pekan itu. Ferguson mengetahui hal ini dan segera menelepon Keane langsung, lalu mengatur pertemuan yang akhirnya membuat United membajak kesepakatan tersebut.
Investasi sebesar Rp73 miliar itu, yang memecahkan rekor transfer United sebelumnya untuk Gary Pallister pada 1989, segera membuahkan hasil. Keane menjadi jantung tim, membentuk duet tangguh di lini tengah bersama Paul Ince dan kemudian Paul Scholes. Kepemimpinannya terbukti tak ternilai saat United mendominasi era 1990-an dan awal 2000-an.