Marak Penipuan Travel Umrah, Kemenhaj: Jangan Mudah Tergoda Rating di Internet dan Selebgram
Lusi mahgriefie
Senin, 29 Juni 2026 - 08:01 WIB
Foto: ist
Maraknya modus penipuan berkedok travel umrah mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati dan lebih cermat lagi dalam memilih agen travel. Jangan hanya gara-gara melihat rating di internet maupun selebgram yang mempromosikan, padahal mereka tidak ada ikatan apapun dengan perusahaan travel tersebut.
Kementerian Haji dan Umrah(Kemenhaj) mengajak masyarakat untuk semakin cermat dalam memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di tengah pesatnya perkembangan industri umrah. Pesan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Talk Show bertema "Membaca Masa Depan Industri Umrah Indonesia di Tengah Berbagai Gejolak dan Perubahan" pada ajang International Islamic Expo 2026 di Hall A JICC, Senayan, Jakarta
Kasubdit Pengembangan Umrah Kemenhaj Edayanti Dasril menegaskan bahwa perlindungan jamaah harus menjadi prioritas utama dalam membangun industri umrah yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Edayanti mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh promosi maupun popularitas di media sosial ketika memilih travel umrah. Menurutnya, calon jamaah perlu memastikan legalitas dan kualitas penyelenggara melalui aplikasi resmi SatuHaji yang disediakan pemerintah.
Baca juga:21 Perusahaan Umrah Disanksi karena Kinerja Buruk dan Pelanggaran Regulasi
"Bapak Ibu harus aware. Jangan tergoda dengan rating di internet dan selebgram yang tidak punya ikatan. Travel yang bagus bisa dilihat di aplikasi SatuHaji, mulai dari tahun berdiri, perizinan, hingga akreditasinya. Pastikan PPIU-nya berizin dan terakreditasi," tegas Edayanti, dikutip Senin (29/6/2026).
Maraknya penawaran paket umrah dengan harga tidak wajar juga berpotensi merugikan calon jamaah. Selain itu, menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara umrah akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab menjadi persoalan yang perlu diselesaikan bersama oleh pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha.
Kementerian Haji dan Umrah(Kemenhaj) mengajak masyarakat untuk semakin cermat dalam memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di tengah pesatnya perkembangan industri umrah. Pesan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Talk Show bertema "Membaca Masa Depan Industri Umrah Indonesia di Tengah Berbagai Gejolak dan Perubahan" pada ajang International Islamic Expo 2026 di Hall A JICC, Senayan, Jakarta
Kasubdit Pengembangan Umrah Kemenhaj Edayanti Dasril menegaskan bahwa perlindungan jamaah harus menjadi prioritas utama dalam membangun industri umrah yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Edayanti mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh promosi maupun popularitas di media sosial ketika memilih travel umrah. Menurutnya, calon jamaah perlu memastikan legalitas dan kualitas penyelenggara melalui aplikasi resmi SatuHaji yang disediakan pemerintah.
Baca juga:21 Perusahaan Umrah Disanksi karena Kinerja Buruk dan Pelanggaran Regulasi
"Bapak Ibu harus aware. Jangan tergoda dengan rating di internet dan selebgram yang tidak punya ikatan. Travel yang bagus bisa dilihat di aplikasi SatuHaji, mulai dari tahun berdiri, perizinan, hingga akreditasinya. Pastikan PPIU-nya berizin dan terakreditasi," tegas Edayanti, dikutip Senin (29/6/2026).
Maraknya penawaran paket umrah dengan harga tidak wajar juga berpotensi merugikan calon jamaah. Selain itu, menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara umrah akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab menjadi persoalan yang perlu diselesaikan bersama oleh pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha.