home wirausaha syariah

Jamkrindo Genjot UMKM Naik Kelas, Gelar Workshop di 10 Kota untuk Bantu Pelaku Usaha Kelola Cuan dan Kuasai Pasar

Senin, 06 Juli 2026 - 16:05 WIB
Jamkrindo. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Koperasi (UMKM-K) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Tidak hanya melalui layanan penjaminan kredit untuk memperluas akses pembiayaan, Jamkrindo juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM-K agar mampu tumbuh lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Literasi Keuangan dan Product-Market Fit bertema "Unlock UMKM 2026: Kelola Cuan, Kuasai Pasar". Program ini dirancang untuk membekali pelaku UMKM-K dengan kemampuan mengelola keuangan usaha secara sehat, memahami kebutuhan pasar, serta menyusun strategi pengembangan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen sehingga mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.

Sepanjang tahun 2026, rangkaian workshop dilaksanakan di 10 kota, yaitu Serang, Banyuwangi, Pekanbaru, Palembang, Kuningan, Sukoharjo, Madiun, Makassar, Manado, dan Banjarmasin. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Jamkrindo dalam meningkatkan kualitas UMKM-K di berbagai daerah sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan yang inklusif.

Sekretaris Perusahaan PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) Akhmad Albaasithu mengatakan bahwa peningkatan kapasitas pelaku UMKM-K merupakan salah satu kunci agar akses pembiayaan yang semakin luas dapat diikuti dengan kemampuan mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.

"Sebagai perusahaan penjaminan, kami memandang bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemudahan memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usahanya dalam mengelola bisnis. Karena itu, Jamkrindo berkomitmen menghadirkan program-program peningkatan kapasitas yang mampu memperkuat kompetensi UMKM-K, mulai dari literasi keuangan hingga pemahaman terhadap kebutuhan pasar," ujar Akhmad Albaasithu dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, literasi keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat, sementara pemahaman mengenai product-market fit akan mendorong UMKM-K menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan memiliki peluang pasar yang lebih besar.

"Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pengelolaan usahanya. Dengan pengelolaan keuangan yang semakin baik, strategi pemasaran yang tepat, serta produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, UMKM-K akan semakin siap berkembang, naik kelas, dan memperluas akses terhadap pembiayaan formal. Pada akhirnya, UMKM-K yang semakin kuat akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," tambah Akhmad Albaasithu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya