BAZNAS dan POROZ Perkuat Kolaborasi, Optimalkan Potensi Zakat untuk Entaskan Kemiskinan
Tim langit 7
Selasa, 07 Juli 2026 - 16:00 WIB
BAZNAS dan POROZ Perkuat Kolaborasi, Optimalkan Potensi Zakat untuk Entaskan Kemiskinan
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mempererat kolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah guna mencapai kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan melalui sejumlah program strategis bersama.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan POROZ yang dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7).
Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang sangat besar hingga kini baru terealisasi sekitar delapan persen. Hal itu menjadi tugas bersama untuk mengoptimalkan dan memobilisasi potensi ZIS.
Menurutnya, semakin banyak dana umat yang bisa dihimpun, semakin banyak pula mustahik yang dapat disantuni dan diberdayakan.
"Pentingnya kerja sama ini. Kami di BAZNAS memiliki 13 program unggulan yang perlu kita selaraskan wilayah maupun eksekusinya dengan program lembaga-lembaga di bawah POROZ, terutama untuk wilayah yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," ujiar dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/7/2026).
Sodik menyampaikan, tujuan BAZNAS dan POROZ ini untuk terus kolaborasi dan melangkah bersama. Penguatan kolaborasi tersebut harus diawali dengan kesamaan visi dalam memahami delapan Astra Strata BAZNAS 2026–2031 sebagai arah pengembangan pengelolaan zakat nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan POROZ yang dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (6/7).
Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia yang sangat besar hingga kini baru terealisasi sekitar delapan persen. Hal itu menjadi tugas bersama untuk mengoptimalkan dan memobilisasi potensi ZIS.
Menurutnya, semakin banyak dana umat yang bisa dihimpun, semakin banyak pula mustahik yang dapat disantuni dan diberdayakan.
"Pentingnya kerja sama ini. Kami di BAZNAS memiliki 13 program unggulan yang perlu kita selaraskan wilayah maupun eksekusinya dengan program lembaga-lembaga di bawah POROZ, terutama untuk wilayah yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," ujiar dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/7/2026).
Sodik menyampaikan, tujuan BAZNAS dan POROZ ini untuk terus kolaborasi dan melangkah bersama. Penguatan kolaborasi tersebut harus diawali dengan kesamaan visi dalam memahami delapan Astra Strata BAZNAS 2026–2031 sebagai arah pengembangan pengelolaan zakat nasional.