78,08 Juta Pelanggan Semester I 2026, Bogor Line Jadi Lintas KRL dengan Mobilitas Terbesar
Dwi sasongko
Selasa, 07 Juli 2026 - 23:02 WIB
78,08 Juta Pelanggan Semester I 2026, Bogor Line Jadi Lintas KRL dengan Mobilitas Terbesar
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Bogor Line sebagai lintas KRL Commuter Line dengan jumlah pelanggan terbesar. Sepanjang Januari–Juni 2026, Bogor Line telah melayani 78.077.679 pelanggan, memperlihatkan besarnya ketergantungan masyarakat Bogor, Depok, dan kawasan penyangga terhadap transportasi publik berbasis rel.
Peran Bogor Line terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, lintas ini melayani 102.054.022 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya volume pelanggan Bogor Line menunjukkan bahwa KRL telah menjadi bagian penting dari perjalanan harian masyarakat, terutama untuk akses kerja, pendidikan, aktivitas ekonomi, dan konektivitas menuju Jakarta.
“Bogor Line menjadi salah satu lintas utama yang menopang mobilitas harian masyarakat. Dengan 78,08 juta pelanggan pada Semester I 2026, penguatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan masyarakat dapat terus berjalan lebih tertata, nyaman, dan andal,” ujar Anne dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/7/2026).
Di dalam lintas tersebut, Stasiun Bogor menjadi simpul dengan aktivitas pelanggan tertinggi. Sepanjang Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL, terdiri dari 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out. Rata-rata pergerakan pelanggan di Stasiun Bogor mencapai sekitar 101.942 per hari.
Dalam daftar lima stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi pada Semester I 2026, Stasiun Bogor berada di posisi pertama dengan 18.451.462 pergerakan pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan pelanggan, Stasiun Sudirman 13.078.339 pergerakan pelanggan, Stasiun Citayam 11.465.614 pergerakan pelanggan, dan Stasiun Bekasi 11.425.878 pergerakan pelanggan.
Anne menjelaskan, data tersebut menjadi dasar KAI dalam menyiapkan peningkatan kapasitas layanan pada Bogor Line. Salah satunya melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12.
Peran Bogor Line terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, lintas ini melayani 102.054.022 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya volume pelanggan Bogor Line menunjukkan bahwa KRL telah menjadi bagian penting dari perjalanan harian masyarakat, terutama untuk akses kerja, pendidikan, aktivitas ekonomi, dan konektivitas menuju Jakarta.
“Bogor Line menjadi salah satu lintas utama yang menopang mobilitas harian masyarakat. Dengan 78,08 juta pelanggan pada Semester I 2026, penguatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan masyarakat dapat terus berjalan lebih tertata, nyaman, dan andal,” ujar Anne dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/7/2026).
Di dalam lintas tersebut, Stasiun Bogor menjadi simpul dengan aktivitas pelanggan tertinggi. Sepanjang Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL, terdiri dari 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out. Rata-rata pergerakan pelanggan di Stasiun Bogor mencapai sekitar 101.942 per hari.
Dalam daftar lima stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi pada Semester I 2026, Stasiun Bogor berada di posisi pertama dengan 18.451.462 pergerakan pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan pelanggan, Stasiun Sudirman 13.078.339 pergerakan pelanggan, Stasiun Citayam 11.465.614 pergerakan pelanggan, dan Stasiun Bekasi 11.425.878 pergerakan pelanggan.
Anne menjelaskan, data tersebut menjadi dasar KAI dalam menyiapkan peningkatan kapasitas layanan pada Bogor Line. Salah satunya melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12.