Produk Indonesia Siap Unjuk Gigi di Pasar Eurasia, Mulai dari Batik Hingga Drone
Lusi mahgriefie
Rabu, 08 Juli 2026 - 08:29 WIB
Produk Indonesia Siap Unjuk Gigi di Pasar Eurasia, Mulai dari Batik Hingga Drone
Enam produk manufaktur khusus Indonesia siap mencuri perhatian buyer, distributor, dan investor dari kawasan Eurasian Economic Union (EAEU).
Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Indonesia menampilkan beragam produk unggulan di zona paviliun Specialty Manufacturing & Consumer Goods.
Produk tersebut meliputi batik dan teknologi mesinbatik, layanan survei geospasial, drone, kopi specialty, dekorasi rumah, serta fesyen dan tekstil.
"Produk manufaktur Indonesia tidak hanya mampu bersaing dari sisi kualitas dan inovasi, tetapi juga menawarkan nilai tambah yang lahir dari kreativitas, keberlanjutan, dan identitas budaya yang kuat. Melalui INNOPROM 2026, kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, perdagangan, dan investasi dengan mitra internasional," ujar Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (8/7/2026).
Ia menambahkan, keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia.
Pasar Eurasia kini menjadi salah satu tujuan ekspor yang semakin menjanjikan bagi industri Indonesia.
Perubahan dinamika pasar di Rusia dalam beberapa tahun terakhir membuka ruang yang lebih luas bagi produk-produk berkualitas dari negara mitra.
Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Indonesia menampilkan beragam produk unggulan di zona paviliun Specialty Manufacturing & Consumer Goods.
Produk tersebut meliputi batik dan teknologi mesinbatik, layanan survei geospasial, drone, kopi specialty, dekorasi rumah, serta fesyen dan tekstil.
"Produk manufaktur Indonesia tidak hanya mampu bersaing dari sisi kualitas dan inovasi, tetapi juga menawarkan nilai tambah yang lahir dari kreativitas, keberlanjutan, dan identitas budaya yang kuat. Melalui INNOPROM 2026, kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, perdagangan, dan investasi dengan mitra internasional," ujar Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (8/7/2026).
Ia menambahkan, keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia.
Pasar Eurasia kini menjadi salah satu tujuan ekspor yang semakin menjanjikan bagi industri Indonesia.
Perubahan dinamika pasar di Rusia dalam beberapa tahun terakhir membuka ruang yang lebih luas bagi produk-produk berkualitas dari negara mitra.