LANGIT7.ID-Jakarta; Swiss memastikan langkah bersejarah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia lewat drama adu penalti 4-3 usai bermain imbang tanpa gol selama 120 menit pada babak 16 besar.
Pertandingan berlangsung sangat ketat sejak menit awal hingga akhir. Kedua tim saling bergantian menguasai permainan, tetapi tak mampu memecahkan kebuntuan meski menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian spesial bagi Swiss. Mereka akhirnya kembali menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1954. Tantangan berikutnya pun sudah menanti, yakni menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi.
Kolombia sebenarnya mendapat dukungan luar biasa dari puluhan ribu suporternya yang memadati stadion. Mayoritas dari 52.497 penonton mengenakan atribut kuning khas Los Cafeteros dan terus memberikan semangat sepanjang pertandingan.
Peluang emas pertama datang untuk Kolombia pada menit ke-21. Berawal dari perebutan bola di lini tengah, Gustavo Puerta melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang. Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil gemilang dengan penyelamatan spektakuler.
Swiss membalas ancaman sembilan menit kemudian. Fabian Rieder memperoleh peluang emas setelah kemelut di depan kotak penalti Kolombia. Akan tetapi, Camilo Vargas juga menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan peluang tersebut. Beberapa saat berselang, Vargas kembali melakukan penyelamatan penting untuk menghalau percobaan Dan Ndoye.
Memasuki babak kedua, Swiss mencoba meningkatkan intensitas serangan. Djibril Sow yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memperoleh kesempatan mencetak gol, tetapi tembakannya masih melambung di atas mistar.
Kolombia kemudian memperoleh peluang terbaiknya pada menit ke-63. Kesalahan umpan lini belakang Swiss membuat Luis Suárez berhasil merebut bola dengan posisi terbuka menghadap gawang. Sayangnya, penyelesaian akhirnya justru melambung jauh sehingga peluang emas itu terbuang sia-sia.
Pelatih Kolombia lalu menarik James Rodríguez pada menit ke-66 dan memasukkan Juan Quintero untuk menambah kreativitas serangan. Pergantian tersebut membuat permainan Kolombia lebih hidup, namun penyelesaian akhir tetap menjadi masalah hingga waktu normal berakhir.
Pada babak tambahan waktu, Kolombia tampil lebih dominan. Mereka sempat meminta penalti setelah Jaminton Campaz terjatuh di kotak terlarang, namun wasit tidak memberikan pelanggaran.
Momen paling menyakitkan datang lima menit kemudian ketika sundulan Jhon Lucumí hasil sepak pojok Quintero hanya membentur mistar gawang. Campaz juga nyaris memecah kebuntuan melalui tendangan jarak jauh, tetapi kembali digagalkan penyelamatan apik Kobel.
Swiss bukan tanpa ancaman. Zeki Amdouni hampir membawa timnya unggul pada babak tambahan waktu, namun Vargas kembali menunjukkan refleks luar biasa untuk menjaga gawang Kolombia tetap aman.
Kesempatan emas terakhir Kolombia hadir pada menit ke-116. Campaz berdiri bebas di depan gawang, tetapi tembakannya justru melambung di atas mistar. Peluang yang terbuang itu menjadi penyesalan besar karena pertandingan akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam drama tos-tosan, Swiss tampil lebih tenang dan sukses menang 4-3. Sementara itu, para pemain Kolombia harus mengakhiri perjuangan mereka dengan kekecewaan setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini mengantar Swiss melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 dan membuka peluang mencatat sejarah baru saat menghadapi Argentina dalam perebutan tiket ke semifinal.
(lam)