home wirausaha syariah

Mendagri Ungkap Fakta Mengejutkan, Industri Halal Justru Didominasi China, Brazil, dan Australia

Rabu, 08 Juli 2026 - 14:08 WIB
(Dok: Kemendagri)
LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan utama ekonomi syariah dunia. Namun menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Ia bahkan mengungkap fakta bahwa negara penghasil sertifikat halal justru berasal dari negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim.

"Data yang saya dapatkan, negara penghasil sertifikat halal (industri halal) misalnya, itu adalah negara-negara yang bukan negara (dengan mayoritas penduduk) muslim. Contoh, China, Brazil, Australia," ujar Tito dalam keterangan resmi, dikutipRabu (8/7/2026).

Menurut Tito, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat industri halal. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Ia menegaskan, ekonomi syariah tidak semata dipandang sebagai isu keagamaan, melainkan peluang ekonomi yang mampu mendorong kemajuan daerah. Karena itu, pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu kontributor penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, Tito mengatakan pengembangan ekonomi syariah juga memiliki peluang besar menembus pasar internasional, termasuk negara-negara di kawasan Timur Tengah.

"Supaya ekonomi syariah ini menjadi potensi (atau) kontributor bagi pertumbuhan ekonomi dan Indonesia sebagai negara (dengan) populasi muslim terbesar di dunia, kita memiliki potensi yang luar biasa," ucap Tito.

Di sisi lain, ia menegaskan pemerintah tetap berpegang teguh pada prinsip pluralisme serta menghormati seluruh agama dalam mengembangkan ekonomi syariah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya