Piala Dunia 2026
Belgia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Axel Witsel Yakin Generasi Muda Bakal Bersinar
Nabil
Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:31 WIB
Pemain Belgia Axel Witsal. (Dok: FIFA)
LANGIT7.ID-Jakarta; Perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 memang terhenti di perempat final usai kalah 1-2 dari Spanyol. Namun, hasil tersebut justru memunculkan optimisme besar bahwa Setan Merah masih memiliki masa depan cerah berkat munculnya generasi muda yang mulai menunjukkan kualitasnya di panggung dunia.
Bagi sebagian pemain dari generasi emas Belgia, kekalahan di perempat final menjadi kesempatan terakhir mereka untuk meraih gelar turnamen besar. Meski demikian, setelah kekecewaan di Piala Dunia Qatar 2022 dan UEFA EURO 2024, keberhasilan menembus delapan besar di Amerika Utara tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
Perjalanan Belgia menuju babak gugur juga tidak berlangsung mudah. Pada fase grup, pasukan Rudi Garcia harus puas meraih dua hasil imbang sebelum akhirnya memastikan tiket ke fase knockout melalui kemenangan atas Selandia Baru.
Di babak 32 besar, Belgia sempat berada di ujung tanduk sebelum berhasil menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir melawan Senegal dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Gol Youri Tielemans kemudian memastikan kemenangan, sebelum Belgia tampil meyakinkan dengan mengalahkan salah satu tuan rumah, Amerika Serikat, 4-1 pada babak 16 besar.
Meski langkah mereka akhirnya terhenti di tangan Spanyol, skuad Belgia tetap menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Kehadiran sejumlah pemain muda diyakini mampu membawa tim melangkah lebih jauh pada UEFA EURO 2028 dan turnamen-turnamen berikutnya.
"Kami mungkin memulai turnamen dengan sedikit gugup, tetapi semakin jauh kami melangkah, semakin meningkat pula level permainan kami. Saya rasa itulah hal yang harus kami bawa pulang dari Piala Dunia ini. Saya tidak khawatir dengan tim ini. Kami memiliki masa depan yang cerah," ujar Axel Witsel, salah satu pemain dari generasi emas Belgia.
Penjaga gawang Thibaut Courtois juga menanggapi kritik yang selama ini ditujukan kepada generasi emas Belgia karena belum pernah meraih gelar besar.
Bagi sebagian pemain dari generasi emas Belgia, kekalahan di perempat final menjadi kesempatan terakhir mereka untuk meraih gelar turnamen besar. Meski demikian, setelah kekecewaan di Piala Dunia Qatar 2022 dan UEFA EURO 2024, keberhasilan menembus delapan besar di Amerika Utara tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
Perjalanan Belgia menuju babak gugur juga tidak berlangsung mudah. Pada fase grup, pasukan Rudi Garcia harus puas meraih dua hasil imbang sebelum akhirnya memastikan tiket ke fase knockout melalui kemenangan atas Selandia Baru.
Di babak 32 besar, Belgia sempat berada di ujung tanduk sebelum berhasil menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir melawan Senegal dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Gol Youri Tielemans kemudian memastikan kemenangan, sebelum Belgia tampil meyakinkan dengan mengalahkan salah satu tuan rumah, Amerika Serikat, 4-1 pada babak 16 besar.
Meski langkah mereka akhirnya terhenti di tangan Spanyol, skuad Belgia tetap menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Kehadiran sejumlah pemain muda diyakini mampu membawa tim melangkah lebih jauh pada UEFA EURO 2028 dan turnamen-turnamen berikutnya.
"Kami mungkin memulai turnamen dengan sedikit gugup, tetapi semakin jauh kami melangkah, semakin meningkat pula level permainan kami. Saya rasa itulah hal yang harus kami bawa pulang dari Piala Dunia ini. Saya tidak khawatir dengan tim ini. Kami memiliki masa depan yang cerah," ujar Axel Witsel, salah satu pemain dari generasi emas Belgia.
Penjaga gawang Thibaut Courtois juga menanggapi kritik yang selama ini ditujukan kepada generasi emas Belgia karena belum pernah meraih gelar besar.