Peneliti UB Temukan Empat Spesies Kumbang Baru
Dwi sasongko
Senin, 13 Juli 2026 - 12:27 WIB
Prof. Dr.Agr.Sc. Hagus Tarno, S.P., M.P. temukan Kumbang Ambrosia spesies baru. Foto Humas UB: Sukana
LANGIT7.ID-Jakarta; Tim peneliti Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan University of Florida, Michigan State University dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan dan mendeskripsikan empat spesies baru kumbang ambrosia dan kumbang kulit kayu dari kawasan UB Forest, Jawa Timur.
Temuan penting dalam bidang biodiversitas hutan tropis ini telah dipublikasikan pada 21 Juni 2026 dalam Journal of the Coleopterists Bulletin melalui artikel berjudul “Checklist of the Bark and Ambrosia Beetle Species (Coleoptera: Curculionidae: Platypodinae and Scolytinae) Collected at the Universitas Brawijaya Forest Properties, East Java, Indonesia with Descriptions of New Species”.
Salah satu spesies tersebut diberi nama Amasa brawijaya sebagai bentuk penghormatan kepada Universitas Brawijaya.
Penelitian dipimpin Prof. Dr. Agr. Sc. Hagus Tarno, SP., MP., Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB bersama Yogo Setiawan, SP., MP., yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Kagoshima University, Jepang.
Kegiatan pengambilan data dilakukan di kawasan UB Forest sejak Oktober 2024. Penelitian ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan Bark and Ambrosia Beetles Academy yang diselenggarakan oleh University of Florida, dengan Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah. Kegiatan tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, dan pakar taksonomi untuk mempelajari lebih jauh keragaman kumbang hutan tropis di Indonesia.
Tim Peneliti berhasil mengidentifikasi empat spesies baru: Crossotarsus gunungapi Hulcr, Tarno, and Levia; Cosmoderes arjuno Johnson; Cosmoderes opacus Johnson; dan Amasa brawijaya Smith.
Menariknya, salah satu spesies baru, diberi nama khusus berdasarkan Universitas Brawijaya. Amasa brawijaya, memiliki makna khusus karena namanya merujuk pada Universitas Brawijaya dan warisan sejarah Kerajaan Majapahit. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas lokal sekaligus menegaskan bahwa kawasan hutan di Indonesia masih menyimpan kekayaan hayati yang bernilai tinggi bagi ilmu pengetahuan dunia.
Temuan penting dalam bidang biodiversitas hutan tropis ini telah dipublikasikan pada 21 Juni 2026 dalam Journal of the Coleopterists Bulletin melalui artikel berjudul “Checklist of the Bark and Ambrosia Beetle Species (Coleoptera: Curculionidae: Platypodinae and Scolytinae) Collected at the Universitas Brawijaya Forest Properties, East Java, Indonesia with Descriptions of New Species”.
Salah satu spesies tersebut diberi nama Amasa brawijaya sebagai bentuk penghormatan kepada Universitas Brawijaya.
Penelitian dipimpin Prof. Dr. Agr. Sc. Hagus Tarno, SP., MP., Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB bersama Yogo Setiawan, SP., MP., yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Kagoshima University, Jepang.
Kegiatan pengambilan data dilakukan di kawasan UB Forest sejak Oktober 2024. Penelitian ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan Bark and Ambrosia Beetles Academy yang diselenggarakan oleh University of Florida, dengan Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah. Kegiatan tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, dan pakar taksonomi untuk mempelajari lebih jauh keragaman kumbang hutan tropis di Indonesia.
Tim Peneliti berhasil mengidentifikasi empat spesies baru: Crossotarsus gunungapi Hulcr, Tarno, and Levia; Cosmoderes arjuno Johnson; Cosmoderes opacus Johnson; dan Amasa brawijaya Smith.
Menariknya, salah satu spesies baru, diberi nama khusus berdasarkan Universitas Brawijaya. Amasa brawijaya, memiliki makna khusus karena namanya merujuk pada Universitas Brawijaya dan warisan sejarah Kerajaan Majapahit. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas lokal sekaligus menegaskan bahwa kawasan hutan di Indonesia masih menyimpan kekayaan hayati yang bernilai tinggi bagi ilmu pengetahuan dunia.