ITS Menambah Jajaran Profesornya sebagai Aset Terdepan Pendidikan Bangsa
Dwi sasongko
Senin, 13 Juli 2026 - 13:19 WIB
(dari kiri) Prof Syamsul Arifin, Prof Hosta Ardhyananta, dan Prof Ipung Fitri Purwanti mempresentasikan orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar ITS. (Dok: Humas ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Arus transformasi global menuntut setiap keilmuan untuk berkembang mendongkrak kemajuan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tunjukkan komitmennya dalam mendukung setiap kemajuan inovasi dunia pendidikan dengan mengukuhkan kembali enam guru besar baru di Auditorium Gedung Research Center ITS, Kamis (9/7).
Membuka upacara akademik tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa lahirnya seorang guru besar menjadi aset penting bagi suatu institusi. Perannya sebagai motor penggerak keilmuan mendukung perwujudan visi ITS sebagai kampus yang tangguh, berdampak, dan mendunia. “Melalui ketekunan dan integrasi keilmuan para profesor, ITS berkomitmen untuk tidak sekadar melahirkan pencapaian akademik, melainkan menghadirkan inovasi nyata,” tegas Bambang dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Selanjutnya, pembacaan orasi ilmiah dimulai oleh Guru Besar ke247 ITS Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT dengan judul Peran Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan Mendorong Inovasi dan Transformasi Pendidikan Tinggi di Indonesia. Ia menggagas konsep integrasi sistem bernama System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) dengan kerangka kerja Conceive, Design, Implement, and Operate (CDIO). “Perpaduannya menghasilkan sistem yang adaptif, prediktif, dan pengambilan keputusan berdasarkan data yang berfungsi untuk kurikulum pendidikan tinggi,” jelas profesor dari Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.
Prosesi dilanjut dengan presentasi orasi ilmiah oleh Prof Hosta Ardhyananta ST MSc sebagai Guru Besar Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS yang berjudul Peran Teknik Material Komposit Polimer untuk Kemandirian Teknologi Nasional. Inovasi material Hybrid Syntactic Foam berbasis matriks epoksi ini memanfaatkan serat mikro dari limbah tandan kosong kelapa sawit. “Jadi keduanya dapat menghasilkan komposit berdensitas rendah dengan kekuatan mekanik tinggi yang potensial bagi sektor transportasi hingga pertahanan,” terang Profesor ke-248 ITS itu.
(dari kiri) Prof Kusdianto, Prof Data Iranata, dan Prof Ardyono saat berorasi ilmiah untuk Pengukuhan Profesor ITS
Upacara akademik berlanjut dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD. Menjadi satu-satunya guru besar perempuan yang dikukuhkan, presentasi ilmiahnya berjudul Bioremediasi: Eksplorasi Potensi Mikroorganisme sebagai Solusi Alami dan Berkelanjutan dalam Pemulihan Lingkungan Tercemar. “Menggunakan isolasi bakteri alami dari tanah tercemar kerosin, inovasi ini terbukti efektif menurunkan kadar hidrokarbon dan logam berat secara berkelanjutan di skala lapangan,” terang Guru Besar ke-249 ITS itu.
Membuka upacara akademik tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa lahirnya seorang guru besar menjadi aset penting bagi suatu institusi. Perannya sebagai motor penggerak keilmuan mendukung perwujudan visi ITS sebagai kampus yang tangguh, berdampak, dan mendunia. “Melalui ketekunan dan integrasi keilmuan para profesor, ITS berkomitmen untuk tidak sekadar melahirkan pencapaian akademik, melainkan menghadirkan inovasi nyata,” tegas Bambang dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Selanjutnya, pembacaan orasi ilmiah dimulai oleh Guru Besar ke247 ITS Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT dengan judul Peran Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan Mendorong Inovasi dan Transformasi Pendidikan Tinggi di Indonesia. Ia menggagas konsep integrasi sistem bernama System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) dengan kerangka kerja Conceive, Design, Implement, and Operate (CDIO). “Perpaduannya menghasilkan sistem yang adaptif, prediktif, dan pengambilan keputusan berdasarkan data yang berfungsi untuk kurikulum pendidikan tinggi,” jelas profesor dari Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.
Prosesi dilanjut dengan presentasi orasi ilmiah oleh Prof Hosta Ardhyananta ST MSc sebagai Guru Besar Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS yang berjudul Peran Teknik Material Komposit Polimer untuk Kemandirian Teknologi Nasional. Inovasi material Hybrid Syntactic Foam berbasis matriks epoksi ini memanfaatkan serat mikro dari limbah tandan kosong kelapa sawit. “Jadi keduanya dapat menghasilkan komposit berdensitas rendah dengan kekuatan mekanik tinggi yang potensial bagi sektor transportasi hingga pertahanan,” terang Profesor ke-248 ITS itu.
(dari kiri) Prof Kusdianto, Prof Data Iranata, dan Prof Ardyono saat berorasi ilmiah untuk Pengukuhan Profesor ITS
Upacara akademik berlanjut dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD. Menjadi satu-satunya guru besar perempuan yang dikukuhkan, presentasi ilmiahnya berjudul Bioremediasi: Eksplorasi Potensi Mikroorganisme sebagai Solusi Alami dan Berkelanjutan dalam Pemulihan Lingkungan Tercemar. “Menggunakan isolasi bakteri alami dari tanah tercemar kerosin, inovasi ini terbukti efektif menurunkan kadar hidrokarbon dan logam berat secara berkelanjutan di skala lapangan,” terang Guru Besar ke-249 ITS itu.