Ini 10 Provokasi Lindsey Graham ke Iran, Senator dan Sekutu Dekat Trump yang Meninggal Mendadak
Lusi mahgriefie
Rabu, 15 Juli 2026 - 08:43 WIB
Ini 10 Provokasi Lindsey Graham ke Iran, Senator dan Sekutu Dekat Trump yang Meninggal Mendadak
Senator AS Lindsey Graham meninggal dunia secara mendadak di usia 71 tahun pada Sabtu ((11/7) malam, satu hari setelah Ia kembali dari kunjungan ke Kyiv, Ukraina, menemui Presiden Volodymyr Zelensky.
Informasi terbaru, mengutip BBC, Rabu (15/7/2026), berdasarkan temuan awal pemeriksa medis Washington DC, Graham meninggal dunia akibat "diseksi aorta" yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Diseksi aorta adalah robekan pada arteri utama yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Graham, semasa hidupnya diketahui sebagai sekutu dekat Presiden Donald Trumpdari Partai Republik.
Politisi asal South Carolina yang terpilih menjadi anggota Senat pada tahun 2002 itu merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Washington dalam hal kebijakan luar negeri. Dia juga kerap mendorong intervensi militer AS di luar negeri.
Graham dikenal karena pendiriannya yang intervensionis dalam kebijakan luar negeri, dan sangat mendukung perang di Iran.
Baca juga:Qatar Serukan Iran untuk Segera Hentikan Serangan di Selat Hormuz
Mengutip The Straits Times, pada bulan lalu Graham bahkan mengatakan kepada CBS bahwa Amerika Serikat akan "menghancurkan" Iran jika negara itu tidak tunduk pada kendali AS atas Selat Hormuz.
Informasi terbaru, mengutip BBC, Rabu (15/7/2026), berdasarkan temuan awal pemeriksa medis Washington DC, Graham meninggal dunia akibat "diseksi aorta" yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Diseksi aorta adalah robekan pada arteri utama yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Graham, semasa hidupnya diketahui sebagai sekutu dekat Presiden Donald Trumpdari Partai Republik.
Politisi asal South Carolina yang terpilih menjadi anggota Senat pada tahun 2002 itu merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Washington dalam hal kebijakan luar negeri. Dia juga kerap mendorong intervensi militer AS di luar negeri.
Graham dikenal karena pendiriannya yang intervensionis dalam kebijakan luar negeri, dan sangat mendukung perang di Iran.
Baca juga:Qatar Serukan Iran untuk Segera Hentikan Serangan di Selat Hormuz
Mengutip The Straits Times, pada bulan lalu Graham bahkan mengatakan kepada CBS bahwa Amerika Serikat akan "menghancurkan" Iran jika negara itu tidak tunduk pada kendali AS atas Selat Hormuz.