Konspirasi Pengusaha dan Oposisi di Tengah Pergumulan Politik dan Kepentingan
Tim langit 7
Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WIB
Konspirasi Pengusaha dan Oposisi di Tengah Pergumulan Politik dan Kepentingan
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Pengusaha adalah orang yang bekerja mencari profit atau laba. Jika ada kebijakan pemerintah yang mengancam usaha mereka tentu mereka akan berusaha untuk menghilangkan ancaman tersebut agar usaha dan keuntungan mereka tidak terganggu.
Di antara usaha yang mereka lakukan adalah membangun hubungan atau konspirasi dengan para pemimpin dan para pembuat kebijakan serta dengan para penegak hukum. Meskipun untuk itu mereka harus membayar mahal karena bagi pengusaha, mahal dan tidak mahal itu relatif. Bagi mereka sesuatu dikatakan mahal bila return yang akan mereka dapat sama atau sedikit di atas yang mereka keluarkan, apalagi jika di bawahnya.
Tetapi jika return yang akan mereka dapatkan jauh lebih besar dari yang mereka keluarkan, maka sebagai pengusaha dan investor tentu tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mengeluarkannya karena bukankah yang mereka cari adalah profit.
Tetapi jika hubungan mereka dengan pihak berkuasa sudah semakin sulit untuk diperbaiki, maka untuk membuat usaha mereka tetap bisa tumbuh dan berkembang tentu mereka tidak segan-segan bergabung dengan kelompok oposisi dengan ikut membiayai gerakan-gerakan perlawanan yang ada. Hal ini mereka lakukan tentu saja dengan imbalan jika oposisi berhasil naik ke tampuk kekuasaan, mereka diharapkan akan membuat kebijakan yang dapat menguntungkan bisnis mereka.
Hal ini dapat dilihat seperti yang terjadi di Philipina, di mana ketika ekonomi sudah mulai bermasalah dan kekuatan oposisi tampak semakin menguat karena didukung oleh rakyat dan mahasiswa, maka para konglomerat yang semula merupakan kroni-kroni dari Presiden Marcos mulai menjauh dan mendekat kepada Corazon Aquino, tokoh oposisi yang didukung luas oleh pihak gereja dan rakyat. Apalagi Juan Ponce Enrile yang waktu itu bertugas sebagai Menteri Pertahanan juga ikut mendukung gerakan oposisi sehingga lewat people power tahun 1986 Presiden Marcos jatuh dan terpaksa kabur ke Hawai.
Hal serupa juga terjadi di Iran, menimpa rezim Reza Syah Pahlavi. Para pengusaha besar, terutama para pengusaha minyak dan bazaris/pedagang pasar yang dirugikan oleh kebijakan Shah Iran yang sangat pro-Barat, melakukan aksi stop bayar pajak dan menutup toko-toko mereka sebagai protes. Mereka pun akhirnya merapat kepada Ayatullah Khomeini, tokoh oposisi yang didukung para ulama dan para mahasiswa serta elemen masyarakat lainnya, termasuk militer dan para pejabat istana yang sudah membelot. Perjuangan mereka akhirnya berhasil menjatuhkan Reza Pahlavi tahun 1979 dan Ayatullah Khomeini tampil sebagai pemimpin tertinggi Iran.
LANGIT7.ID-Pengusaha adalah orang yang bekerja mencari profit atau laba. Jika ada kebijakan pemerintah yang mengancam usaha mereka tentu mereka akan berusaha untuk menghilangkan ancaman tersebut agar usaha dan keuntungan mereka tidak terganggu.
Di antara usaha yang mereka lakukan adalah membangun hubungan atau konspirasi dengan para pemimpin dan para pembuat kebijakan serta dengan para penegak hukum. Meskipun untuk itu mereka harus membayar mahal karena bagi pengusaha, mahal dan tidak mahal itu relatif. Bagi mereka sesuatu dikatakan mahal bila return yang akan mereka dapat sama atau sedikit di atas yang mereka keluarkan, apalagi jika di bawahnya.
Tetapi jika return yang akan mereka dapatkan jauh lebih besar dari yang mereka keluarkan, maka sebagai pengusaha dan investor tentu tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mengeluarkannya karena bukankah yang mereka cari adalah profit.
Tetapi jika hubungan mereka dengan pihak berkuasa sudah semakin sulit untuk diperbaiki, maka untuk membuat usaha mereka tetap bisa tumbuh dan berkembang tentu mereka tidak segan-segan bergabung dengan kelompok oposisi dengan ikut membiayai gerakan-gerakan perlawanan yang ada. Hal ini mereka lakukan tentu saja dengan imbalan jika oposisi berhasil naik ke tampuk kekuasaan, mereka diharapkan akan membuat kebijakan yang dapat menguntungkan bisnis mereka.
Hal ini dapat dilihat seperti yang terjadi di Philipina, di mana ketika ekonomi sudah mulai bermasalah dan kekuatan oposisi tampak semakin menguat karena didukung oleh rakyat dan mahasiswa, maka para konglomerat yang semula merupakan kroni-kroni dari Presiden Marcos mulai menjauh dan mendekat kepada Corazon Aquino, tokoh oposisi yang didukung luas oleh pihak gereja dan rakyat. Apalagi Juan Ponce Enrile yang waktu itu bertugas sebagai Menteri Pertahanan juga ikut mendukung gerakan oposisi sehingga lewat people power tahun 1986 Presiden Marcos jatuh dan terpaksa kabur ke Hawai.
Hal serupa juga terjadi di Iran, menimpa rezim Reza Syah Pahlavi. Para pengusaha besar, terutama para pengusaha minyak dan bazaris/pedagang pasar yang dirugikan oleh kebijakan Shah Iran yang sangat pro-Barat, melakukan aksi stop bayar pajak dan menutup toko-toko mereka sebagai protes. Mereka pun akhirnya merapat kepada Ayatullah Khomeini, tokoh oposisi yang didukung para ulama dan para mahasiswa serta elemen masyarakat lainnya, termasuk militer dan para pejabat istana yang sudah membelot. Perjuangan mereka akhirnya berhasil menjatuhkan Reza Pahlavi tahun 1979 dan Ayatullah Khomeini tampil sebagai pemimpin tertinggi Iran.