BSI Buka Kesempatan 1.500 Pelajar Prasejahtera Lolos PTN, Beasiswa Lengkap hingga Peluang Lanjut ke Jenjang Mahasiswa
Tim langit 7
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:40 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membuka kesempatan bagi 1.500 siswa kelas 12 SMA/SMK/sederajat di seluruh Indonesia untuk memperoleh pendampingan menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui program BSI Scholarship Pelajar 2026. Program yang dijalankan bersama BSI Maslahat itu menerima pendaftaran pada 10–30 Juli 2026.
Program tersebut dirancang bagi pelajar dari keluarga prasejahtera agar memiliki kesiapan akademik maupun pengembangan diri dalam menghadapi seleksi masuk PTN. Selain bantuan uang saku sebesar Rp300.000 per bulan, peserta juga memperoleh bimbingan intensif persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), mentoring, tes minat dan bakat, pelatihan motivasi, hingga penguatan jejaring antarpelajar dari berbagai daerah.
Pelaksanaan BSI Scholarship Pelajar juga telah menunjukkan hasil. Sejak digelar, program ini mengantarkan 1.025 awardee diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.
Dukungan tersebut tidak berhenti setelah peserta lolos ke perguruan tinggi. Awardee yang diterima di PTN berpeluang melanjutkan ke program BSI Scholarship Mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini, sebanyak 304 awardee telah melanjutkan ke program tersebut, sementara peserta lainnya memperoleh beasiswa lain, termasuk KIP-K.
Untuk mengikuti program ini, peserta harus merupakan siswa kelas 12 SMA, SMK, atau sederajat pada Tahun Ajaran 2026–2027. Selain berasal dari keluarga prasejahtera yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), calon peserta juga wajib memiliki nilai rapor minimal 80 serta berkomitmen melanjutkan pendidikan ke PTN melalui jalur SNBP maupun SNBT.
Melalui program ini, BSI menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan Sharia Young Leader sebagai investasi jangka panjang perseroan. Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari peran BSI sebagai sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kemajuan bangsa.
Program tersebut dirancang bagi pelajar dari keluarga prasejahtera agar memiliki kesiapan akademik maupun pengembangan diri dalam menghadapi seleksi masuk PTN. Selain bantuan uang saku sebesar Rp300.000 per bulan, peserta juga memperoleh bimbingan intensif persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), mentoring, tes minat dan bakat, pelatihan motivasi, hingga penguatan jejaring antarpelajar dari berbagai daerah.
Pelaksanaan BSI Scholarship Pelajar juga telah menunjukkan hasil. Sejak digelar, program ini mengantarkan 1.025 awardee diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.
Dukungan tersebut tidak berhenti setelah peserta lolos ke perguruan tinggi. Awardee yang diterima di PTN berpeluang melanjutkan ke program BSI Scholarship Mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini, sebanyak 304 awardee telah melanjutkan ke program tersebut, sementara peserta lainnya memperoleh beasiswa lain, termasuk KIP-K.
Untuk mengikuti program ini, peserta harus merupakan siswa kelas 12 SMA, SMK, atau sederajat pada Tahun Ajaran 2026–2027. Selain berasal dari keluarga prasejahtera yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), calon peserta juga wajib memiliki nilai rapor minimal 80 serta berkomitmen melanjutkan pendidikan ke PTN melalui jalur SNBP maupun SNBT.
Melalui program ini, BSI menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan Sharia Young Leader sebagai investasi jangka panjang perseroan. Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari peran BSI sebagai sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kemajuan bangsa.