Kemenag dan Kemenko PMK Siapkan Kolaborasi Sekolah dengan Madrasah Diniyah Perkuat Pendidikan Karakter
Tim langit 7
Kamis, 16 Juli 2026 - 14:44 WIB
(Dok: Kemenag)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong kolaborasi antara sekolah formal dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pendidikan karakter dan pendidikan agama tetap diperkuat di tengah penerapan sekolah lima hari.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pengembangan MDT sebagai Penguatan Pendidikan Karakter yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Pertemuan dihadiri Direktorat Pesantren Kemenag, Kemenko PMK, dan Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT).
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan sekolah formal dan MDT bukan dua lembaga yang saling menggantikan, melainkan mitra yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.
"Sekolah lima hari jangan sampai menghilangkan kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan agama. MDT telah lama hadir di tengah masyarakat dan memiliki kontribusi besar dalam membentuk akhlak, kedisiplinan, serta kebiasaan beribadah," ujar Basnang dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, sekolah berperan memberikan pendidikan akademik secara terstruktur, sedangkan MDT memperkuat akidah, akhlak, pemahaman keagamaan, praktik ibadah, hingga pembiasaan karakter peserta didik.
Menurut Basnang, penguatan MDT bukan berarti menambah beban belajar siswa. Sebaliknya, pola pembelajaran akan disusun secara fleksibel sesuai kebutuhan sekolah dan kondisi masyarakat. Sekolah juga dapat menjalin kerja sama dengan MDT terdekat serta memberikan pengakuan atas kompetensi keagamaan yang telah dimiliki peserta didik.
Dalam rapat tersebut, dibahas dua model kolaborasi. Pertama, pembelajaran MDT dilaksanakan di lingkungan sekolah melalui kerja sama dengan lembaga dan guru MDT. Kedua, sekolah memberikan kesempatan kepada siswa mengikuti pembelajaran di MDT atau pesantren terdekat dengan hasil belajar yang diakui oleh sekolah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pengembangan MDT sebagai Penguatan Pendidikan Karakter yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Pertemuan dihadiri Direktorat Pesantren Kemenag, Kemenko PMK, dan Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT).
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan sekolah formal dan MDT bukan dua lembaga yang saling menggantikan, melainkan mitra yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.
"Sekolah lima hari jangan sampai menghilangkan kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan agama. MDT telah lama hadir di tengah masyarakat dan memiliki kontribusi besar dalam membentuk akhlak, kedisiplinan, serta kebiasaan beribadah," ujar Basnang dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, sekolah berperan memberikan pendidikan akademik secara terstruktur, sedangkan MDT memperkuat akidah, akhlak, pemahaman keagamaan, praktik ibadah, hingga pembiasaan karakter peserta didik.
Menurut Basnang, penguatan MDT bukan berarti menambah beban belajar siswa. Sebaliknya, pola pembelajaran akan disusun secara fleksibel sesuai kebutuhan sekolah dan kondisi masyarakat. Sekolah juga dapat menjalin kerja sama dengan MDT terdekat serta memberikan pengakuan atas kompetensi keagamaan yang telah dimiliki peserta didik.
Dalam rapat tersebut, dibahas dua model kolaborasi. Pertama, pembelajaran MDT dilaksanakan di lingkungan sekolah melalui kerja sama dengan lembaga dan guru MDT. Kedua, sekolah memberikan kesempatan kepada siswa mengikuti pembelajaran di MDT atau pesantren terdekat dengan hasil belajar yang diakui oleh sekolah.