home edukasi & pesantren

Kisah Ayah Santri Down Syndrome di Wisuda SHQ: Anak Saya Cinta Al-Qur'an

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:05 WIB
Sebanyak 73 santri dan santriwati Sekolah Hafizh Quran (SHQ) mengikuti Wisuda dan Haflah SHQ 1448 H yang digelar di Ballroom Nyi Ageng Serang, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: Istimewa.
Sebanyak 73 santri dan santriwati Sekolah Hafizh Quran (SHQ) mengikuti Wisuda dan Haflah SHQ 1448 H yang digelar di Ballroom Nyi Ageng Serang, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Para wisudawan berasal dari SHQ Tebet Jakarta, SHQ Zamrud Bekasi, SHQ Galaxy Bekasi, SHQ Ciputat, SHQ Bintaro, dan SHQ Bandung. SHQ merupakan unit pendidikan Al-Qur'an di bawah AQL Islamic Center.

Dalam sambutannya, Pembina SHQ Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menegaskan perjalanan SHQ selama 11 tahun dibangun dengan visi menghadirkan pendidikan tahfiz Al-Qur'an yang dapat diakses keluarga tanpa harus memondokkan anak sejak usia dini.

"Sejak saya memulai membuat SHQ, ada satu visi besar. Banyak orang tua yang ingin punya anak hafizh Al-Qur'an, tetapi tidak ingin ke pesantren. Karena itu kami berusaha menghadirkan pendidikan Al-Qur'an yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar UBN.

Menurutnya, berbagai dinamika dan ujian yang pernah dihadapi lembaga justru menjadi bukti bahwa kekuatan utama SHQ bukan semata pada pengelolanya, melainkan pada keberkahan Al-Qur'an itu sendiri.

"Al-Qur'an yang bekerja. Hari ini anak-anak kita telah dididik oleh Allah melalui Al-Qur'an. Al-Qur'an-lah sesungguhnya yang bekerja, walaupun ada sedikit kontribusi kami dan para guru," katanya.

UBN menyebut wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan buah dari doa panjang para orang tua, guru, dan keluarga yang menginginkan lahirnya generasi Qurani berakhlak mulia.

Sementara itu, Syekh Dr. Muhammad Al-Dasuqi Amin Muhammad Kahila mengingatkan bahwa tujuan utama menghafal Al-Qur'an bukan hanya menjaga hafalan, tetapi juga mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya