home masjid

Tafsir An-Nisa Ayat 1: Allah Menciptakan Adam dan Hawa sebagai Manusia Pertama

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:01 WIB
Tafsir An-Nisa Ayat 1: Allah Menciptakan Adam dan Hawa sebagai Manusia Pertama
Keberagaman ras, suku, dan warna kulit manusia di seluruh penjuru dunia hari ini sebenarnya bermuara dari titik awal yang sama. Dalam surat An-Nisa ayat 1, Allah SWT mengingatkan umat manusia mengenai asal-usul penciptaan mereka sekaligus memerintahkan pentingnya menjaga ketakwaan serta hubungan antarsesama.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan Kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” (QS An-Nisa: 1).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, terdapat empat poin penting yang terkandung di dalam ayat mulia ini. Pertama, asal mula manusia dari satu jiwa (Nabi Adam AS).

Perintah bertakwa di awal ayat ini menuntut manusia untuk menyembah Allah SWT semata tanpa membuat sekutu bagi-Nya. Sebagai pengingat atas kuasa-Nya, Allah menegaskan bahwa seluruh manusia diciptakan dari satu orang diri (nafs wahidah), yaitu Nabi Adam AS.

Ibnu Abbas RA mengumpamakan asal-usul ini dengan kecenderungan fitrah manusia. Laki-laki diciptakan dari tanah, sehingga memiliki ketertarikan terhadap urusan bumi atau tanah. Sementara wanita diciptakan dari laki-laki, sehingga kecenderungannya selalu terikat kepada laki-laki.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya