Desain Baru, Mobil Formula Sapuangin ITS Siap Berjaya di Jepang
Dwi sasongko
Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:20 WIB
Jajaran pimpinan ITS dan dosen pembimbing bersama Tim Sapuangin ITS pada kegiatan peluncuran mobil terbaru Sapuangin Speed 8. (Dok: ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Komitmen nyata dalam merancang kendaraan riset berperforma tinggi berskala internasional kembali dibuktikan oleh tim otomotif Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui tim riset unggulannya, Tim Sapuangin ITS, secara resmi memperkenalkan jet darat teranyar bertajuk Sapuangin Speed 8 yang siap diterjunkan untuk menantang ratusan universitas terbaik dunia dalam ajang bergengsi Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026 yang akan digelar pada awal Agustus mendatang.
Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan bahwa bekal pengalaman riset intensif di bengkel selama berbulan-bulan ini merupakan wadah penempaan karakter yang sangat bernilai untuk masa depan mahasiswa.
Melalui riset ini, mahasiswa belajar membentuk tim dan mengelola waktu. “Sebuah pelajaran berharga yang tidak akan ditemui di dalam kelas. Lakukan yang terbaik, jaga kekompakan di negeri orang, dan mari kita kibarkan bendera Indonesia di sana," tegas Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut memotivasi, Sabtu (18/7/2026).
Senada dengan hal tersebut, Dr Ir Witantyo MEng Sc, dosen pembimbing Tim Sapuangin ITS, menambahkan bahwa kompetisi tahun ini menjadi pembuktian penting setelah sempat tertunda pada tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa mobil formula kali ini sengaja dirancang taktis untuk mengatasi keterbatasan kapasitas mesin lewat kelincahan manuver di lintasan.
Menurut dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut, tantangan di Jepang sangat berat karena saingannya disokong langsung oleh manufaktur besar. Apalagi timnya turun dengan mesin 250 cc yang terhitung kecil untuk kelas ini. “Namun, dengan sirkuit Formula Student yang didesain berliku, kelemahan akselerasi itu akan kami tutupi lewat bodi kendaraan yang dibuat serincah mungkin di lapangan," sambung pakar otomotif ITS tersebut optimistis.
Merespons dukungan penuh dari institusi serta bimbingan tersebut, peluncuran varian terbaru ini memang mencuri perhatian karena membawa perombakan arsitektur dan geometri desain yang cukup masif pada bodi luarnya. Pembaruan tersebut sengaja dirumuskan oleh tim sebagai langkah taktis untuk menaklukkan karakter sirkuit Jepang yang terkenal sangat menantang dan dipenuhi tikungan teknikal.
(Tampilan mobil Sapuangin Speed 8 dari Tim Sapuangin ITS yang akan berlaga di ajang internasional Formula SAE Japan 2026, Agustus mendatang. Dok: ITS)
Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan bahwa bekal pengalaman riset intensif di bengkel selama berbulan-bulan ini merupakan wadah penempaan karakter yang sangat bernilai untuk masa depan mahasiswa.
Melalui riset ini, mahasiswa belajar membentuk tim dan mengelola waktu. “Sebuah pelajaran berharga yang tidak akan ditemui di dalam kelas. Lakukan yang terbaik, jaga kekompakan di negeri orang, dan mari kita kibarkan bendera Indonesia di sana," tegas Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut memotivasi, Sabtu (18/7/2026).
Senada dengan hal tersebut, Dr Ir Witantyo MEng Sc, dosen pembimbing Tim Sapuangin ITS, menambahkan bahwa kompetisi tahun ini menjadi pembuktian penting setelah sempat tertunda pada tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa mobil formula kali ini sengaja dirancang taktis untuk mengatasi keterbatasan kapasitas mesin lewat kelincahan manuver di lintasan.
Menurut dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut, tantangan di Jepang sangat berat karena saingannya disokong langsung oleh manufaktur besar. Apalagi timnya turun dengan mesin 250 cc yang terhitung kecil untuk kelas ini. “Namun, dengan sirkuit Formula Student yang didesain berliku, kelemahan akselerasi itu akan kami tutupi lewat bodi kendaraan yang dibuat serincah mungkin di lapangan," sambung pakar otomotif ITS tersebut optimistis.
Merespons dukungan penuh dari institusi serta bimbingan tersebut, peluncuran varian terbaru ini memang mencuri perhatian karena membawa perombakan arsitektur dan geometri desain yang cukup masif pada bodi luarnya. Pembaruan tersebut sengaja dirumuskan oleh tim sebagai langkah taktis untuk menaklukkan karakter sirkuit Jepang yang terkenal sangat menantang dan dipenuhi tikungan teknikal.
(Tampilan mobil Sapuangin Speed 8 dari Tim Sapuangin ITS yang akan berlaga di ajang internasional Formula SAE Japan 2026, Agustus mendatang. Dok: ITS)