BAZNAS RI Siapkan Majalengka Jadi Model Nasional Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid
Tim langit 7
Senin, 20 Juli 2026 - 15:05 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menjajaki sinergi strategis guna mewujudkan kemandirian ekonomi para mustahik melalui optimalisasi potensi berbasis masjid.
Penjajakan tersebut dibahas dalam agenda audiensi jajaran Pemkab Majalengka yang berkomitmen menyinergikan berbagai program pemberdayaan, terutama 13 program prioritas nasional, di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (16/7).
Pimpinan BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengungkapkan bahwa dari 13 program prioritas yang ada, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) menjadi program terdekat yang siap diakselerasi karena Majalengka dinilai memiliki ekosistem Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang sangat kuat hingga menyentuh level Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
"Program kami jelas ada 13 prioritas untuk se-Indonesia dan kalau bisa Majalengka nanti menjadi model, sebagai model percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis masjid," jelas Sodik Mudjahid dalam keterangannya, dikutip Senin (20/7/2026).
Sodik meyakini program pemberdayaan berbasis masjid tersebut akan berjalan optimal dalam meningkatkan kesejahteraan umat, didukung oleh modal awal dari BAZNAS serta terbukanya ruang kolaborasi permodalan bersama pihak lain.
"Untuk modal insyaallah ada, tapi ini legalitasnya koperasi nanti. Jadi DKM masjid itu baiknya semua punya lembaga koperasi ya. Nah, pioneering di Majalengka," katanya.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas dukungan luar biasa dari Pemkab Majalengka dalam membesarkan dan memfasilitasi pengembangan BAZNAS di daerah tersebut.
Penjajakan tersebut dibahas dalam agenda audiensi jajaran Pemkab Majalengka yang berkomitmen menyinergikan berbagai program pemberdayaan, terutama 13 program prioritas nasional, di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (16/7).
Pimpinan BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengungkapkan bahwa dari 13 program prioritas yang ada, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) menjadi program terdekat yang siap diakselerasi karena Majalengka dinilai memiliki ekosistem Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang sangat kuat hingga menyentuh level Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
"Program kami jelas ada 13 prioritas untuk se-Indonesia dan kalau bisa Majalengka nanti menjadi model, sebagai model percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis masjid," jelas Sodik Mudjahid dalam keterangannya, dikutip Senin (20/7/2026).
Sodik meyakini program pemberdayaan berbasis masjid tersebut akan berjalan optimal dalam meningkatkan kesejahteraan umat, didukung oleh modal awal dari BAZNAS serta terbukanya ruang kolaborasi permodalan bersama pihak lain.
"Untuk modal insyaallah ada, tapi ini legalitasnya koperasi nanti. Jadi DKM masjid itu baiknya semua punya lembaga koperasi ya. Nah, pioneering di Majalengka," katanya.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas dukungan luar biasa dari Pemkab Majalengka dalam membesarkan dan memfasilitasi pengembangan BAZNAS di daerah tersebut.