LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Jennie BLACKPINK ikut terseret dalam
kontroversi yang melanda merek olahraga global
Adidas. Sejumlah netizen dan penggemar mendesak Jennie menghentikan kerja samanya dengan perusahaan olahraga asal Jerman tersebut.
Desakan itu muncul setelah iklan layanan
single-shoe yang dirilis Adidas banjir kritikan. Di kampanye tersebut jenama ini menampilkan seorang mantan
tentara Israel sebagai model.
Diketahui, model tersebut merupakan mantan tentara Israel yang kehilangan salah satu kakinya saat bertempur di
Jalur Gaza.
Baca juga: Jennie BLACKPINK Dikabarkan Donasikan 100 Persen Honor Manggung untuk PalestinaKampanye tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk warga Palestina dan organisasi hak asasi manusia. Mereka menilai penggunaan mantan tentara Israel sebagai model mengabaikan penderitaan yang dialami rakyat Palestina.
Kontroversi kemudian berkembang menjadi seruan untuk memboikot Adidas. Di media sosial, sejumlah netizen dari berbagai negara bahkan menyerukan Jennie untuk mengakhiri hubungan kerja sama dengan merek tersebut.
Padahal, Jennie tidak memiliki keterkaitan dengan kampanye yang menuai kontroversi tersebut. Ia sebelumnya baru saja merilis produk hasil kolaborasi dengan Adidas.
Desakan makin deras setelah agensinya, OA Entertainment merilis foto-foto kampanye kolaborasi
"Adidas Originals by Jennie". Kerja sama tersebut pertama kali diumumkan pada 28 Agustus dengan melibatkan Jennie sebagai
co-designer. Seruan boikot kemudian membanjiri kolom komentar di media sosial Jennie. Beberapa netizen menuliskan pesan seperti
"Boycott Adidas" dan
"Free Palestine".Sebelumnya, Adidas diketahui merilis iklan yang menjual satu sepatu dengan harga setengah bagi orang yang mengalami amputasi anggota tubuh.
Baca juga: Selain Jennie BLACKPINK, 7 Pesohor Dunia Ini Berhijab di Masjid Sheikh ZayedNamun, keputusan Adidas melibatkan mantan tentara Israel sebagai model dalam kampanye tersebut memicu reaksi keras. Kritik terutama datang dari pihak-pihak yang menilai langkah itu tidak sensitif terhadap situasi dan penderitaan warga Palestina di Gaza.
(Sumber: SBS)(est)