LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Adidas menghadapi kritik dan seruan
boikot usai menampilkan mantan
tentara Israel, Shalev Biton, dalam sebuah kampanye iklan layanan sepatu bagi penyandang amputasi.
Dalam iklan tersebut, Biton terlihat mencoba sepatu di sebuah gerai Adidas di Israel. Ia kemudian mengenakan sepatu tersebut dan berlari di luar ruangan.
Kampanye perusahaan perlengkapan olahraga asal Jerman itu langsung menuai kecaman dari aktivis
pro-Palestina. Diketahui Biton, yang pernah menjadi tentara Israel, kehilangan salah satu kakinya dalam konflik Israel-Gaza pada 2021.
Baca juga: Rare Beauty Milik Selena Gomez Resmi Masuk Pasar Israel, Publik Siap BoikotStephanie Westbrook, koordinator kampanye boikot olahraga dari
Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI), mengatakan penggunaan sosok mantan tentara Israel dalam iklan tersebut menyinggung warga Palestina yang mengalami nasib serupa akibat konflik.
Menurut Westbrook, persoalan tersebut bukan sekadar masalah ketidakpekaan dalam strategi pemasaran. Ia menilai kampanye Adidas berpotensi mengabaikan pengalaman warga Palestina yang kehilangan anggota keluarga maupun anggota tubuh selama serangan Israel di Gaza.
“Ini bukan sekadar Adidas yang tidak peka atau tidak sensitif; ini merupakan penghinaan yang sangat menyakitkan bagi warga Palestina yang kehilangan orang-orang tercinta akibat dibunuh oleh Israel, serta mereka yang kehilangan anggota tubuh akibat serangan Israel,” kata Westbrook, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (7/9/2026).
Westbrook juga memperingatkan bahwa kampanye semacam itu dapat berkontribusi pada normalisasi tindakan Israel terhadap warga Palestina.
Sorotan terhadap korban amputasi di GazaKontroversi iklan Adidas muncul ketika persoalan amputasi menjadi salah satu dampak serius perang di Gaza.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan antara 5.000 hingga 6.000 warga Gaza telah menjalani amputasi hingga awal Oktober 2025. Pada periode yang sama, sekitar 42.000 warga Palestina di Gaza dilaporkan mengalami cedera yang mengubah kehidupan mereka selama dua tahun konflik.
UNICEF menyebut sekitar 11.000 dari korban cedera tersebut merupakan anak-anak.
International Rescue Committee juga menyatakan anak-anak mencakup sekitar seperempat dari seluruh kasus amputasi di Gaza dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini disebut menjadikan Gaza sebagai wilayah dengan jumlah penyandang amputasi anak per kapita tertinggi di dunia.
Para aktivis juga menyoroti keterbatasan akses terhadap obat-obatan, alat prostetik, serta layanan rehabilitasi di Gaza. Mereka menilai kerusakan fasilitas kesehatan dan pembatasan masuknya bantuan semakin memperburuk kondisi para penyandang amputasi.
Atlet Palestina Jadi KorbanDunia olahraga juga tidak luput dari dampak perang. Lebih dari 1.000 atlet Palestina dilaporkan tewas selama konflik di Gaza.
Baca juga: Negara Uni Eropa Ramai-ramai Boikot Perdagangan Produk Asal Pemukiman Ilegal IsraelDi sisi lain, sejumlah pesepak bola Palestina yang kehilangan anggota tubuh membentuk tim sepak bola amputasi. Mereka memanfaatkan olahraga sebagai salah satu cara untuk pemulihan diri dan mendapatkan kembali sebagian dari kehidupan mereka setelah kehilangan, cedera, dan kehancuran akibat perang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan aktivis menilai kampanye Adidas memiliki konteks yang sensitif.
Kecaman terhadap Adidas kemudian berkembang menjadi kampanye boikot di media sosial.
Aktor Spanyol Javier Bardem, yang dikenal vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina, turut membagikan materi terkait kampanye boikot Adidas melalui akun media sosialnya.
Seruan serupa juga disampaikan penulis AS-Palestina Susan Abulhawa dan penulis Pakistan Fatima Bhutto. Sejumlah pengguna media sosial Palestina turut mengajak masyarakat untuk tidak membeli produk Adidas.
(est)