OJK Siapkan 3 Jurus Baru Keuangan Syariah 2026, Target Literasi hingga Penggunaan Produk Makin Meluas
Tim langit 7
Selasa, 21 Juli 2026 - 15:35 WIB
(Dok: OJK)
LANGIT7.ID-Jakarta; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga fokus utama pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah pada 2026. Langkah ini disusun agar program yang dijalankan semakin terarah, optimal, berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.
Strategi tersebut menjadi agenda utama dalam Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (POKJA LIKS) Tahun 2026 yang digelar di kantor OJK, Senin (20/7). Melalui pendekatan baru ini, OJK ingin memastikan peningkatan literasi keuangan syariah tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah.
OJK Fokus pada Tiga Agenda Besar Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, POKJA LIKS 2026 akan diarahkan pada tiga agenda utama yang saling berkaitan.
Agenda pertama adalah menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah yang berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat.
Fokus kedua ialah mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan market conduct, pelindungan konsumen, serta financial health sehingga pelaksanaan program tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat perlindungan bagi pengguna jasa keuangan.
Sementara agenda ketiga adalah memperkuat sinergi antarpihak agar menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.
Strategi tersebut menjadi agenda utama dalam Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (POKJA LIKS) Tahun 2026 yang digelar di kantor OJK, Senin (20/7). Melalui pendekatan baru ini, OJK ingin memastikan peningkatan literasi keuangan syariah tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah.
OJK Fokus pada Tiga Agenda Besar Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, POKJA LIKS 2026 akan diarahkan pada tiga agenda utama yang saling berkaitan.
Agenda pertama adalah menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah yang berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat.
Fokus kedua ialah mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan market conduct, pelindungan konsumen, serta financial health sehingga pelaksanaan program tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat perlindungan bagi pengguna jasa keuangan.
Sementara agenda ketiga adalah memperkuat sinergi antarpihak agar menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.