home global news

Netty Aher Minta Sindikat TPPO Diberantas Hingga ke Akar

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:53 WIB
Netty Aher Minta Sindikat TPPO Diberantas Hingga ke Akar
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pemerintah dalam memulangkan lebih dari 1.200 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjerat sebagai korban sindikat penipuan daring (online scam) di Myanmar. Dia menilai langkah pemulangan tersebut menjadi bukti riil hadirnya negara guna melindungi para warganya yang terdampak Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Keberhasilan memulangkan lebih dari 1.200 WNI patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri, meskipun proses penyelamatannya sangat kompleks dan melibatkan koordinasi lintas negara," ujar Netty dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Kendati demikian, Netty mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat pemerintah mengabaikan akar masalah utama, yakni masih maraknya praktik perekrutan pekerja migran secara nonprosedural yang menjadi pintu masuk berulangnya kasus TPPO.

"Setiap korban yang berhasil dipulangkan adalah pengingat bahwa masih ada celah dalam sistem perlindungan pekerja migran kita. Upaya penyelamatan harus dibarengi dengan pemberantasan sindikat perekrut ilegal hingga ke akar-akarnya agar tidak terus memakan korban baru," kata Politisi PKS ini menegaskan.

Ia mencermati bahwa mayoritas korban mudah terbujuk oleh tawaran pekerjaan bergaji menggiurkan tanpa memedulikan atau memahami risiko bahaya yang mengintai. Mengingat modus serupa terus terjadi secara berulang, tindakan pencegahan secara masif menjadi hal yang teramat mendesak.

"Literasi masyarakat harus diperkuat. Jangan mudah percaya pada tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar tanpa melalui jalur resmi. Sebelum berangkat, masyarakat harus memastikan legalitas perusahaan, agen penempatan, serta prosedur keberangkatannya," imbau Netty.

Guna mengatasi persoalan ini dari hulu, Netty tidak hanya meminta penindakan tegas bagi pelaku, melainkan juga mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan di titik-titik keberangkatan, menguatkan sinergi antarlembaga, serta memperluas jangkuan edukasi hingga ke tingkat desa yang menjadi kantong pekerja migran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya