home global news

Fadli Zon Dorong Pengobatan Tradisional Nusantara Masuk Roadmap Indonesia Emas 2045

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:53 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Nasional Penyusunan Roadmap Sistem Pengobatan Tradisional Nusantara (TAWARUPA) Menuju Indonesia Emas 2045 yang berlangsung di Graha Utama Gedung A Lantai 3, Komplek Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Agenda yang dibuka secara langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ini merupakan langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan nasional pengembangan sistem pengobatan tradisional Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan, berakar pada warisan budaya, serta memiliki daya saing di tingkat global.

Mengawali sambutannya, Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa pengobatan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya hidup yang terbentuk dari pengalaman panjang masyarakat dan diwariskan lintas generasi melalui bahasa, manuskrip, praktik, serta ingatan para pelakunya. Sejalan dengan arah strategi global World Health Organization (WHO) tentang pengobatan tradisional, upaya pengembangannya perlu dilakukan dengan memperkuat bukti ilmiah, menjamin keamanan dan mutu, serta menghormati warisan budaya, biodiversitas, dan hak masyarakat pemilik pengetahuan. Dalam konteks Indonesia, kekayaan pengetahuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah lama mengembangkan cara-cara untuk bertahan hidup, merawat sesama, dan beradaptasi dengan lingkungan tropis yang kompleks.

“Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Nusantara bukan sekadar penerima pengetahuan dari luar. Sejak masa sejarah awal, masyarakat Indonesia telah mengembangkan pengetahuan untuk bertahan hidup, merawat sesama, dan beradaptasi dengan lingkungan tropis yang sangat kompleks,” tegas Menbud dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Menbud turut menekankan bahwa penguatan kesehatan masyarakat perlu berjalan seiring dengan visi pembangunan nasional, termasuk melalui hilirisasi kekayaan kearifan lokal. Menurutnya, Indonesia memiliki modal budaya dan sumber daya alam yang besar untuk mengembangkan pengetahuan tradisional menjadi inovasi yang bernilai tambah dan berdaya saing. Salah satunya melalui pengembangan fitofarmaka yang dapat mempertemukan kearifan lokal dengan kemajuan sains dan bioteknologi sekaligus memperkuat kemandirian kesehatan nasional.

“Karena itu, saya mendorong lebih banyak lagi fitofarmaka, obat berbahan dasar alam yang telah melalui uji praklinis dan klinis sebagai jembatan antara kearifan lokal dan sains bioteknologi Indonesia. Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan fitofarmaka sebagai salah satu keunggulan kompetitif di bidang kesehatan, serta dapat menjadi alternatif dari ketergantungan kita terhadap obat impor,” ujar Menbud.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa FGD ini juga menjadi bagian dari upaya menyusun konsep TAWARUPA sebagai kerangka nasional yang menghimpun beragam praktik pengobatan tradisional dalam sistem yang modern, inklusif, dan berbasis riset, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor menuju Indonesia Emas 2045.

“Forum diskusi ini diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan dan Bappenas untuk menjawab pertanyaan ini. Inisiasi tersebut juga melingkupi diskusi terkait penyusunan konsep TAWARUPA sebagai kerangka nasional yang menghimpun berbagai praktik pengobatan tradisional Nusantara dalam satu sistem yang modern, inklusif, dan berbasis riset,” jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya