Fadli Zon Dorong Diplomasi Budaya Indonesia-Nigeria, Sinema Jadi Fokus Kerja Sama
Tim langit 7
Rabu, 22 Juli 2026 - 19:12 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Republik Federal Nigeria, Bambang Suharto. Bertempat di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, pertemuan strategis tersebut membahas potensi kerja sama sekaligus diplomasi budaya antara negara Indonesia dan Nigeria.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Nigeria merupakan negara dengan potensi luar biasa dalam pengembangan sosial dan budaya. Di tengah dinamika geopolitik global, diplomasi kebudayaan menjadi instrumen penting guna membangun kepercayaan serta memperkokoh posisi kedua negara di panggung internasional. Untuk itu, Menteri Fadli optimis bahwa pendekatan terbaik untuk merekatkan hubungan kedua negara adalah dengan menggunakan diplomasi budaya.
“Nigeria dan Indonesia memiliki banyak kesamaan, baik itu dari segi sosial-ekonomi hingga budaya. Nigeria memiliki banyak kelompok etnis dan ratusan bahasa, yang mana itu persis keadaannya seperti di Indonesia. Karena itu pendekatan kebudayaan bisa menjadi pilihan terbaik untuk berdiplomasi dengan Nigeria,” jelas Menbud Fadli dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Menteri Fadli Zon turut mendorong perluasan kerja sama budaya Indonesia-Nigeria di sektor sinema. Dalam diskusi tersebut, Menbud menyoroti perkembangan Nollywood atau ekosistem industri film Nigeria yang dapat menjadi ‘aset’ sekaligus motor penggerak kerja sama antara kedua negara. Menurutnya, pegiat sinema baik dari Indonesia maupun Nigeria dapat melakukan pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) terkait produksi hingga teknis pembuatan film.
“Kita bisa mendorong koproduksi (joint-production) antara sineas dari kedua negara. Bisa juga dengan ikut di berbagai festival film Afrika, agar ekosistem sinema dari Indonesia maupun Nigeria bisa semakin maju,” ujar Menteri Kebudayaan.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan Fadli juga menggarisbawahi adanya integrasi antara diplomasi budaya Indonesia-Nigeria dengan program strategis Kementerian Kebudayaan yang tengah berlangsung, salah satunya ‘Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari’ di Cape Town, Afrika Selatan. Tidak hanya itu, Menbud turut mengusulkan adanya pengajuan ekstensi (extension) warisan budaya batik Indonesia dengan Nigeria.
Bambang Suharto selaku Duta Besar RI untuk Republik Federal Nigeria menyambut baik usulan diplomasi budaya yang telah diusung. Menurutnya, inisiatif tersebut akan membuka peluang kolaborasi lebih luas untuk mempererat persahabatan kedua negara. “Indonesia dan Nigeria memiliki karakteristik masyarakat dan budaya yang mirip, sehingga bisa dikatakan sebagai mitra strategis untuk menegaskan soft power lewat kebudayaan,” imbuhnya.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Nigeria merupakan negara dengan potensi luar biasa dalam pengembangan sosial dan budaya. Di tengah dinamika geopolitik global, diplomasi kebudayaan menjadi instrumen penting guna membangun kepercayaan serta memperkokoh posisi kedua negara di panggung internasional. Untuk itu, Menteri Fadli optimis bahwa pendekatan terbaik untuk merekatkan hubungan kedua negara adalah dengan menggunakan diplomasi budaya.
“Nigeria dan Indonesia memiliki banyak kesamaan, baik itu dari segi sosial-ekonomi hingga budaya. Nigeria memiliki banyak kelompok etnis dan ratusan bahasa, yang mana itu persis keadaannya seperti di Indonesia. Karena itu pendekatan kebudayaan bisa menjadi pilihan terbaik untuk berdiplomasi dengan Nigeria,” jelas Menbud Fadli dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Menteri Fadli Zon turut mendorong perluasan kerja sama budaya Indonesia-Nigeria di sektor sinema. Dalam diskusi tersebut, Menbud menyoroti perkembangan Nollywood atau ekosistem industri film Nigeria yang dapat menjadi ‘aset’ sekaligus motor penggerak kerja sama antara kedua negara. Menurutnya, pegiat sinema baik dari Indonesia maupun Nigeria dapat melakukan pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) terkait produksi hingga teknis pembuatan film.
“Kita bisa mendorong koproduksi (joint-production) antara sineas dari kedua negara. Bisa juga dengan ikut di berbagai festival film Afrika, agar ekosistem sinema dari Indonesia maupun Nigeria bisa semakin maju,” ujar Menteri Kebudayaan.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan Fadli juga menggarisbawahi adanya integrasi antara diplomasi budaya Indonesia-Nigeria dengan program strategis Kementerian Kebudayaan yang tengah berlangsung, salah satunya ‘Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari’ di Cape Town, Afrika Selatan. Tidak hanya itu, Menbud turut mengusulkan adanya pengajuan ekstensi (extension) warisan budaya batik Indonesia dengan Nigeria.
Bambang Suharto selaku Duta Besar RI untuk Republik Federal Nigeria menyambut baik usulan diplomasi budaya yang telah diusung. Menurutnya, inisiatif tersebut akan membuka peluang kolaborasi lebih luas untuk mempererat persahabatan kedua negara. “Indonesia dan Nigeria memiliki karakteristik masyarakat dan budaya yang mirip, sehingga bisa dikatakan sebagai mitra strategis untuk menegaskan soft power lewat kebudayaan,” imbuhnya.