Negara-negara Arab dan Muslim Mengecam Tindakan Israel Menyerbu Masjid Al-Aqsa
Lusi mahgriefie
Jum'at, 24 Juli 2026 - 09:45 WIB
Masjid Al-Aqsa
Delapan negara Arab dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim lainnya mengecam keras aksi penerobosan kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok sayap kanan dan ribuan pemukim Israel.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada hari Kamis (23/7), para menteri luar negeri dari Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab mengecam aksi penerobosan massal oleh para pemukim yang dipimpin oleh menteri-menteri ekstremis Israel ke dalam Kompleks Suci Al-Aqsa.
Para diplomat menegaskan bahwa penyerbuan ke situs tersuci ketiga dalam Islam tersebut terjadi di bawah perlindungan aparat kepolisian Israel.
"Tindakan provokatif ini memicu kebencian dan ekstremisme, serta menghambat upaya untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara," demikian bunyi pernyataan tersebut, yang menyebut eskalasi itu sebagai upaya ilegal untuk mengubah status quo sejarah dan hukum situs-situs suci di Yerusalem, mengutip Jumat (24/7/2026).
Baca juga:Israel Makin Dijauhi Eropa, Kini Giliran Belgia Melarang Impor dari Permukiman Ilegal Israel
"Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki ataupun atas situs-situs suci Islam dan Kristen di sana," tegas pernyataan itu.
Lebih dari 4.200 pemukim Israel dan anggota kelompok sayap kanan menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada hari Kamis, salah satu penyusupan terbesar tahun ini, untuk memperingati hari raya Yahudi Tisha B'Av.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada hari Kamis (23/7), para menteri luar negeri dari Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab mengecam aksi penerobosan massal oleh para pemukim yang dipimpin oleh menteri-menteri ekstremis Israel ke dalam Kompleks Suci Al-Aqsa.
Para diplomat menegaskan bahwa penyerbuan ke situs tersuci ketiga dalam Islam tersebut terjadi di bawah perlindungan aparat kepolisian Israel.
"Tindakan provokatif ini memicu kebencian dan ekstremisme, serta menghambat upaya untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara," demikian bunyi pernyataan tersebut, yang menyebut eskalasi itu sebagai upaya ilegal untuk mengubah status quo sejarah dan hukum situs-situs suci di Yerusalem, mengutip Jumat (24/7/2026).
Baca juga:Israel Makin Dijauhi Eropa, Kini Giliran Belgia Melarang Impor dari Permukiman Ilegal Israel
"Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki ataupun atas situs-situs suci Islam dan Kristen di sana," tegas pernyataan itu.
Lebih dari 4.200 pemukim Israel dan anggota kelompok sayap kanan menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada hari Kamis, salah satu penyusupan terbesar tahun ini, untuk memperingati hari raya Yahudi Tisha B'Av.