Jokowi Dorong MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 20:38 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru MES. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menjadi lokomotif perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru MES di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10).
"Sebagai organisasi keumatan, MES diharapkan menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah yang membumi, yang menyentuh ekonomi umat secara langsung, yang melahirkan lebih banyak wirausaha-wirausaha dari kalangan santri, yang menggerakkan perekonomian yang inklusif," ujar Jokowi.
Baca juga:Erick Tohir Sebut Santri sebagai Motor Ekonomi Syariah
Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Jokowi mengatakan Indonesia harus menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia, sekaligus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah global.
Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, sektor ekonomi syariah Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang berarti. Tahun 2018, ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 10 besar dunia.
"Kemudian di tahun 2019, naik menjadi peringkat 15. Dan, tadi seperti yang disampaikan oleh Bapak Wapres, di tahun 2020 ekonomi syariah Indonesia sudah berada di peringkat empat dunia. Naik, naik, naik terus," ungkap Jokowi.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru MES di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10).
"Sebagai organisasi keumatan, MES diharapkan menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah yang membumi, yang menyentuh ekonomi umat secara langsung, yang melahirkan lebih banyak wirausaha-wirausaha dari kalangan santri, yang menggerakkan perekonomian yang inklusif," ujar Jokowi.
Baca juga:Erick Tohir Sebut Santri sebagai Motor Ekonomi Syariah
Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Jokowi mengatakan Indonesia harus menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia, sekaligus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah global.
Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, sektor ekonomi syariah Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang berarti. Tahun 2018, ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 10 besar dunia.
"Kemudian di tahun 2019, naik menjadi peringkat 15. Dan, tadi seperti yang disampaikan oleh Bapak Wapres, di tahun 2020 ekonomi syariah Indonesia sudah berada di peringkat empat dunia. Naik, naik, naik terus," ungkap Jokowi.